Main Menu

BI Peringatkan Aladin Coin

didi
26-01-2018 16:12

Aladin Coin (GATRA/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Bank Indonesia (BI) memperingatkan Aladin Capital, untuk mentaati ketentuan moneter di Indonesia. Seperti diketahui, Aladin yang merupakan perusahaan asal Amerika Serikat, menerbitkan mata uang digital (cryptocurrency) dengan nama Aladin Coin.


Gubernur BI, Agus Martowardojo mengatakan, mata uang virtual seperti Bitcoin maupun Aladin Coin dan mata uang kripto lainnya bukan alat transaksi yang sah di Indonesia. "Kadang ada orang yang mencoba dan mengeksplorasi. Nasihat saya ya, dia harus taat asas. Karena kalo tidak nanti akan ada konsekuensi kepada pelakunya," ujar Agus Marto di Jakarta, Jumat (26/1).

 
Pelarangan penggunaan cryptocurrency sebagai alat transaksi, menurut Agus Marto,  merupakan upaya BI dalam menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri. Dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) belum lama ini menyimpulkan, cryptocurrency seperti Bitcoin dikhawatirkan bisa mempengaruhi stabilitas sistem keuangan nasional.

 
Di sisi lain, kata Agus, BI juga terus memberikan informasi dan mengimbau masyarakat untuk menghindari pemanfaatan cryptocurrency. Terlebih, tambah Agus Marto, penggunaan mata uang virtual ini dikhawatirkan akan dimanfaatkan sabagai sarana pencucian uang (money laundering), pendanaan terorisme atau transaksi illegal yang bisa merugikan masyarakat.

 "Kami menjaga agar perlindungan konsumen tetap diutamakan. Namun, kami juga mau meyakinkan bahwa semua bisnis modelnya ini adalah bisnis model yang tidak memberikan risiko terhadap stabilitas sistem keuangan," kata Agus Marto.

 
Seperti diketahui, pekan ini Aladin Capital meluncurkan layanan investasi berbasis cryptocurrency di Indonesia dengan produk bernama Aladin Coin. Sebelumnya, Aladin Capital telah memiliki perusahaan di Australia, Eropa,dan Vietnam.




Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Hendri Firzani

didi
26-01-2018 16:12