Main Menu

Simak Tips Investasi Cryptocurrency

Birny Birdieni
01-02-2018 11:13

Ilustrasi (Shutterstock/FT02)

Seoul, Gatra.com- Untuk mengatasi spekulasi cryptocurrency yang membuat investor ketakutan, Regulator Korea Selatan berencana membuat peraturan baru mengenai uang digital tersebut. Terakhir, jejaring sosial Facebook dan seluruh entitasnya, yakni Audience Network dan Instagram pun melarang pemuatan semua iklan berkaitan dengan koin kirpto itu. 

Sebelumnya, bursa pertukaran mata uang virtual Jepang juga mengklaim telah kehilangan lebih dari US$400 juta token akibat dugaan hacker pada pelayanannya. Kepada Coincheck, NEM, cryptocurrency terbesar ke-10 mengaku telah kehilangan 500 juta token NEM.

 

Saat ini cryptocurrency masih menjadi polemik. Bahkan di tanah air pun sendiri, Bank Indonesia menolak Bitcoin karena dinilai melanggar Undang-Undang No 7 Tahun 2011, tentang Mata Uang. Aturan itu menyebutkan bahwa mata uang adalah uang yang dikeluarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan tujuan pembayaran setiap transaksi. 

 

Namun Bank Indonesia mengaku akan mengkaji penggunaan teknologi pencatatan transaksi terintegrasi atau blockchain. Ini termasuk menerbitkan mata uang digital bank sentral yang bisa digunakan dalam sistem pembayaran domestik. 

 

Menurut Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Onny Widjanarko, kajian tersebut masih dalam tahap awal. "Belum ada rencana mau uji coba atau menerapkan. Kajian harus matang dahulu tentunya," katanya dilansir dari Antaranews.

 

Saat di Davos, criptocurrency pun menjadi bahasan. Presiden Dewan Bisnis Blockchain Global, Jamie Smith mengatakan bahwa regulator dan investor masih sama-sama baru mulai memahami apa itu cryptocurrency. Kehadiran lembaga yang diketuai wanita asal Washington tersebut pun adalah untuk membantu regulator memahami teknologi blockchain dan criptocurrency lainnya.

 

"Apa yang jadi perhatian saya adalah bahwa ada begitu banyak regulator, tidak hanya di Amerika Serikat tapi di seluruh dunia yang baru saja terbangun dengan apa ini," kata Smith dilansir dari CNBC. Untuk menjalankan investasi cryptocurrency, berikut  tips dari Smith yang sebaiknya anda simak : 

 

1. Jangan berinvestasi di penawaran koin awal yang tidak memiliki produk.

Smith mengatakan bahwa dia mendukung pernyataan Komisi Sekuritas dan Bursa AS bahwa jika sebuah perusahaan memutuskan untuk membuat penawaran koin awal atau Initial Coin Offering (ICO), sebuah cara untuk mengumpulkan dana bagi usaha cryptocurrency, mereka harus terlebih dahulu memiliki produk sebenarnya.

 

2. Dapatkan beberapa panduan tentang pilihan cryptocurrency.

"Akan sangat membantu jika ada sedikit panduan untuk semua kripto ini," kata Smith. Semua orang pernah mendengar tentang bitcoin, tapi ada banyak cryptocurrency berbeda di luar sana. 

Tanpa pengetahuan banyak tentang cara berinvestasi di uang digital, menurut Smith para investor akan bergantung pada perusahaan yang menggunakan kriteria mereka sendiri dalam memilih mata uang digital mana yang akan diinvestasikan.

 

3. Ketahui perbedaan antara pseudo-anonim dan anonim sepenuhnya.

"Pseudo-anonim hanya berarti [pengguna lain] tidak tahu persis nama Anda yang melekat pada alamat IP, namun penegak hukum pada dasarnya bisa mengetahuinya jika perlu," kata Smith.

 

4. Gunakan sumber daya seperti Aliansi Blockchain.

Organisasi ini membantu badan penegakan hukum dan peraturan di seluruh dunia dalam memahami ekosistem blokir. Situs web organisasi tersebut juga mengatakan bahwa pihaknya menyediakan sesi informasi dan bantuan teknis bagi investor untuk memahami mata uang digital.

"Ada banyak pekerjaan keren yang sedang mendidik penegakan hukum mengenai hal ini," kata Smith. Masalahnya, tidak banyak orang di penegakan hukum mengetahuinya atau bisa meluangkan waktu untuk itu. 

 


Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
01-02-2018 11:13