Main Menu

Gubernur BI Larang Pembayaran dengan Cryptocurrency

didi
01-02-2018 14:30

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (GATRA/Rifki M Irsyad/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Masifnya peredaran mata uang berbasis cryptocurrency di dunia ternyata juga berdampak di Indonesia. Di tanah air sendiri, jumlah pengguna mata uang crypto berdasarkan situs vip.bitcoin, jumlah user yang tergabung dalam laman tersebut sudah mencapai lebih dari 1 juta pengguna.

 

 

Hal tersebut cukup membuat regulator, dalam hal ini Bank Indonesia khawatir. Pasalnya dalam cryptocurrency tidak diketahui siapa institusi yang bertanggung jawab di dalamnya. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardjojo mengatakan BI sendiri melarang semua industri yang terkait dengan sistem pembayaran menggunankan cryptocurrency.

 

 

"Sebagai sistem pembayaran kami larang, institusi yang melakukannya juga kami larang," katanya di Jakarta, Kamis (1/2).

 

 

Ia mengatakan dalam transaksi cryptocurrency juga tidak ada perlindungan terhadap konsumen. Tidak juga ada underlying transaksi yang menciptakan nilainya. 

 

 

"Dan penuh dengan motif spekulasi yang bisa membuat individu yang melakukan transaksi dengan cryptocurrency mengalami kerugian. Transaksi ini juga bisa dijadikan alat untuk pencucian uang seta beresiko terhadap stabilitas sistem keuangan," ujarnya.

 

 

Sebelumnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menganggap investasi salah satu mata uang kripto, bitcoin, masih belum mendapat legalitas di mata hukum, karena belum memiliki izin resmi di Indonesia. “Investasi bitcoin belum ada izin. Investasi ini belum kami atur, karena belum dilakukan secara terbuka," ‎ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen.

 

 

Ia menuturkan lebih lanjut, ke depannya OJK alan mengatur investasi ini agar nantinya tak ada kasus yang akan merugikan para investor itu sendiri.

 

 

“Iya tentunya kami akan mengatur mengenai itu (investasi bitcoin). Kami sebenarnya sudah ada regulasi mengenai investasi, terutama investasi bodong. Itupun ada Satuan Tugasnya," jelasnya.

 

 


 

Reporter: Didi Kurniawan

 

Editor : Bernadetta Febriana

didi
01-02-2018 14:30