Main Menu

Kemenhub Ajukan Rp 129 Milyar untuk Biaya Operasional LRT Asian Games

Iwan Sutiawan
03-02-2018 05:39

Pemasangan fasilitas eskalator Kereta Ringan/Light Rail Transit (LRT) di Stasiun Jakabaring Zona 5 pembangunan LRT Palembang, Sumatra Selatan. (ANTARA/Nova Wahyudi/FT02)

Palembang, Gatra.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengajukan anggaran sebesar Rp 129 milyar untuk biaya operasional Light Rail Transit (LRT) selama Asian Games berlangsung hingga akhir tahun 2018. Kemenhub menjadikan LRT sebagai transportasi kereta perintis pertama di Sumatera Selatan (Sumsel).


Keterangan tersebut disampaikan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Zulkifli, usai rapat di kantor Dinas Perhubungan Sumsel, Jumat (3/2). Menurutnya, pemerintah tengah mengupayakan agar LRT mampu menjadi transportasi yang berkelanjutan.

Dengan demikian, lanjut Zulkifli, LRT setelah perhelatan Asian Games di Palembang akan mampu beroperasi maksimal dan menjadi transportasi yang menguntungkan, terutama dari sisi ekonomi. Adapun anggaran sejumlah di atas untuk operasional mulai bulan Agustus hingga akhir tahun ini.

"Tadi membahas bagaimana kerja sama yang bisa dilakukan baik oleh pemerintah pusat, daerah baik provinsi dan kota Palembang agar LRT menjadi sustainable transportation di Palembang," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah menjadikan LRT sebagai transportasi perintis untuk operasional tahun pertama. Tujuannya, untuk menutupi operasional LRT setelah Asian Games. "Tapi untuk awal, LRT masih menjadi perintis dulu, sampai dengan mampu beroperasi dan menguntungkan," ujarnya.

Anggaran sejumlah Rp 129 milyar itu akan digunakan untuk biaya keseluruhan operasional LRT. Untuk kapasitas penuh, LRT akan mampu menampung hingga 80.000 penumpang. Namun kapasitas itu juga disesuaikan dengan permintaan.

Untuk tahun 2018, kata Zulkifli, pemerintah belum menetapkan apakah LRT tetap sebagai transportasi perintis atau bisa dikelola oleh pemerintah daerah bekerja sama dengan pihak lainnya. Mengingat sangat besarnya potensi pengembangan manfaat ekonomi dari operasional LRT di Palembang.

"Hal inilah yang tengah dibahas bersama. Pak Menteri inginnya agar LRT bisa terus dioperasionalkan dengan dukungan banyak pihak," ujarnya.

Sedangkan untuk tarif, menurut Zulkifli, masih dalam pembahasan. Jika sebelumnya, kementrian menyatakan tarif LRT bisa sama atau malah lebih rendah dengan angkutan kota yang beroperasi pada jalur yang sama dilalui oleh kereta layang tersebut."Masih dibahas dan dihitung. Bisa jadi Rp 5.000 per keberangkatan atau bukan. Masih dibahas dulu ya," ujarnya.

Dia menambahkan, kereta LRT akan tiba di Palembang sekitar akhir Februari atau Maret mendatang. Pengoperasionalan LRT juga diharapkan bisa dilakukan dengan memaksimalkan berbagai fasilitas, termasuk keseluruhan halte yang dibangun.

"Pada Juni hendaknya siap dioperasionalkan karena kontrak kerjanya demikian. Pembangunan LRT harusnya selesai bulan Juni itu, dua bulan menjelang Asian Games di Palembang," tandasnya.

Rapat yang berlangsung cukup lama itu, juga dihadiri oleh pihak Dinas Perhubungan Kota Palembang. Plt Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Sumsel, Nelson Firdaus, mengatakan, pihaknya mengupayakan bagaimana LRT juga bisa dioperasikan bersama pihak lainnya, misalnya BUMD atau swasta. Namun mekanisme masih harus menunggu pembahasan bersama dengan pemerintah pusat.

"Tadi pembahasannya demikian, namun memang belum diputuskan bagaimana mekanismenya. Pemerintah daerah mendukung operasional LRT untuk terus melayani kebutuhan transportasi publik yang nyaman bagi masyarakat Palembang," katanya.


Reporter: Tasmalinda
Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
03-02-2018 05:39