Main Menu

Mandiri Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,3% di 2018

didi
07-02-2018 19:14

Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo(ANTARA/Widodo S Jusuf/re1)

 

Jakarta, Gatra.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,3% pada 2018. Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, untuk mencapai hal itu, Indonesia perlu mendorong sektor manufaktur untuk mengakselerasi laju pertumbuhan ekonomi secara berkesinambungan agar dapat memenuhi target 8% dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

 

 

 

"Sektor manufaktur yang berkembang pesat akan menciptakan pertumbuhan yang lebih merata dan stabil. Selain itu, penyerapan tenaga kerja juga akan lebih besar," ujar Kartika di acara Mandiri Investment Forum 2018 di Jakarta, Rabu (7/2).

 

 

 

Berdasarkan kajian Bank Pembangunan Asia (ADB), ada dua hal yang bisa dijadikan strategi dalam mendorong industri manufaktur dalam negeri. Pertama, berusaha untuk membuat diversifikasi produk untuk menangkap celah pasar. Kedua, fokus pada sektor yang sudah ada dan mudah untuk dikembangkan seperti elektronik, kimia, mobil dan makanan.

 

 

 

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dalam konteks tersebut, masih dibutuhkan tiga hal untuk membangun industri manufaktur yang handal, yakni tenaga kerja yang berkualitas, kemampuan organisasi yang semakin baik dan dukungan kebijakan industri yang lebih baik.

 

 

 

"Membaiknya harga komoditas, perbaikan sektor manufaktur, dan meningkatnya kepercayaan konsumen juga bakal mendorong momentum kelanjutan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan sebesar 5,4% pada tahun ini," kata Menkeu.

 

 

 

Sementara guna meningkatkan iklim investasi, lanjut Menkeu, pemerintah melakukan sejumlah kebijakan antara lain, melonggarkan batasan impor dan ekspor, mengurangi dwelling time, merevisi dan memperbaiki skema insentif pajak yaitu tax allowance dan tax holiday.

 

 

 

Sementara Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengungkapkan, Indonesia merupakan salah satu negara pilihan investasi. Berdasarkan survei UNCTAD pada Juni 2017, Indonesia menempati urutan keempat negara yang dianggap prospektif untuk melakukan investasi setelah Amerika Serikat, China dan India Hal ini disebabkan Ekonomi Indonesia berdiri di atas pondasi yang kokoh.

 

 

 

"Inflasi terkendali, pertumbuhan ekonomi 2018 diprediksi antara 5,1-5,5% dengan didukung pertumbuhan kredit yang diharapkan dapat mencapai 10-12%," jelas Agus.


 

 

 

Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Rosyid

didi
07-02-2018 19:14