Main Menu

OJK Desak Nonbank Serap EBA-SP

didi
09-02-2018 14:52

Kepala Eksekutif Pengawasan Industri Keuangan Nonbank (IKNB) OJK, Riswinandi. (Dok. OJK/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendesak lembaga keuangan nonbank untuk menyerap produk investasi Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP), lantaran hingga akhir 2017 tingkat sekuritisasi pada KPR hanya mencapai 1%.

 

 

 

Menurut Kepala Eksekutif Pengawasan Industri Keuangan Nonbank (IKNB) OJK, Riswinandi, hingga akhir 2017 total penyaluran kredit untuk KPR mencapai Rp338 trilyun dengan nilai sekuritisasi Rp2,7 trilyun. "Hanya 1% yang disekuritisasi," katanya di Jakarta, Jumat (9/2).

 

 

 

Dengan demikian, jelas dia, lembaga keuangan nonbank diminta untuk menyerap instrumen EBA-SP milik BUMN di bawah Kementerian Keuangan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero). "Kami minta kepada industri keuangan nonbank untuk meningkatkan investasi di EBA-SP," tegas Riswinandi.

 

 

 

Riswinandi menjelaskan, upaya OJK untuk mengoptimalkan kinerja EBA-SP sudah dilakukan melalui penerbitan dua Peraturan OJK terkait kesehatan keuangan perusahaan asuransi, reasuransi serta investasi lembaga dana pensiun.

 

 

 

Sebagaimana diketahui, EBA-SP merupakan instrumen investasi yang dikeluarkan SMF sebagai perusahaan pembiayaan sekunder di sektor perumahan. Sejak 2015, SMF telah mengalirkan dana dari pasar modal ke penyalur KPR mencapai Rp35,63 trilyun.

 

 

 

Riswinandi mengatakan, hingga saat ini backlog perumahan mencapai 13,5 juta unit hunian, sementara pemerintah masih membutuhkan dana besar untuk pembangunan infrastruktur 2015-2019. "Kalau mengandalkan dana perbankan, berpotensi terjadi maturity missmatch," ujarnya.

 

 

 

Sehingga, kata dia, lembaga keuangan nonbank yang memiliki dana jangka panjang lebih potensial untuk berinvestasi di EBA-SP. "Diharapkan investor tertarik dengan EBA-SP yang transparan dan aset-aset yang mendasarinya pun sangat baik," kata Riswinandi.


 

 

Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Rosyid

didi
09-02-2018 14:52