Main Menu

BTN Genjot Pertumbuhan DPK 22%

didi
18-02-2018 15:32

Ilustrasi (GATRA/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Setelah meraih pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 20,45% di atas rata-rata industri perbankan pada tahun 2017 lalu yang hanya mencapai 9,80%, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tancap gas.

Bank ini pun mengawali triwulan pertama tahun 2018 dengan menggelar roadshow untuk meraup dana ritel lewat Program Super Untung Jaman Now.

Setelah sukses menggelar roadshow di Jakarta, Bekasi, Serpong dan Surabaya, Bank BTN mengadakan aktivasi Program Super Untung Jaman Now di Paragon Mall, Semarang dan E Walk MallBalikpapan, serta rencananya akan digelar di Medan.

“Dengan roadshow, kami bisa berinteraksi langsung nasabah potensialuntuk bergabung dengan program ini, dengan melakukan event yang penuh hiburan dan aneka barang kekinian bagi nasabah sehingga mereka tertarik mengikuti program Super Untung Jaman Now,” kata Direktur Bank BTN, Budi Satria dalam keterangannya kepada Gatra.com, Minggu (18/02).

Super Untung Jaman Now merupakan salah satu strategi Bank BTN memupuk DPK Ritel, yang mencatatkan pertumbuhan yang signifikan di awal tahun ini.

Sebagai catatan, dengan jumlah penabung mencapai sekitar 7,5 juta nasabah, DPK Ritel Bank BTN  tumbuh sekitar 30% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 51,38 trilyun.

Sementara, khusus untuk program Super Untung Jaman Now, Bank BTN berhasil menggaet 872 rekening jauh dari target yang dipatok pada awal peluncuran program pada bulan Desember 2017 lalu sebesar 500 rekening.

Seiring dengan penambahan jumlah rekening, jumlah tabungan Batarayang berhasil diraup mencapai Rp 1,2 trilyun.

“Dengan pencapaian yang cukup baik ini, Budi optimistis bisa mengejar target pertumbuhan DPK 2018 sebesar 19-22%,” jelasnya.

Sementara, khusus di Semarang, Jawa Tengah jumlah DPK yang dimiliki per 14 Februari 2018 mencapai sekitar Rp 2,2 trilyun atau tumbuh sekitar 91% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Adapun saat ini jumlah penabung DPK ritel di Kota Jamu tersebut mencapai 404.528 rekening.

Sedangkan di Balikpapan, pertumbuhan saldo DPK ritel mencapai sekitar 29% atau menyentuh sekitar Rp 418,3 milyar per 14 Februari 2018 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan jumlah rekening mencapai 49.349 akun.

Kedua kota tersebut berpotensi memberikan tambahan DPK ke Bank BTN karena memiliki pertumbuhan ekonomi yang positif dan demografi masyarakat yang sesuai dengan program ini.

"Mereka adalah nasabah yang memiliki nilai dana yang besar namun menyukai barang kekinian sebagai bentuk apresiasi selain bunga tabungan tentunya,” kata Budi.


Reporter : Didi Kurniawan

Editor : Mukhlison

didi
18-02-2018 15:32