Main Menu

Hasil RUPS BTN Bagi Dividen 20 Persen

Aulia Putri Pandamsari
24-03-2018 10:10

Ilustrasi Bank BTN. (ANTARA / Yudhi Mahatma / re1)

Jakarta, Gatra.com - Bank Tabungan Negara (BTN) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2017. Hasilnya, BTN melakukan pembagian dividen sebesar 20% atau sejumlah Rp 605,49 milyar dari laba bersih perseroan yang tercatat sebesar Rp 3,027 trilyun. Adapun nilai dividen per lembar saham sebesar Rp 57,175 itu lebih tinggi dibandingkan pembagian dividen tahun lalu sebesar Rp 49,495.


"Dengan dividen payout ratio sebesar 20%, maka sebesar 80% labanya atau setara Rp 2,421 trilyun ditahan perseroan. Laba tersebut membuat Bank BTN memiliki modal tambahan untuk ekspansi kredit dan pengembangan usaha," ujar Direktur Utama Bank BTN, Maryono kepada awak media dalam konferensi pers di Menara BTN, Jumat (23/3).

Direktur BTN, Iman Nugroho Soeko menjelaskan, pembagian dividen sebesar 20% itu sudah diperhitungkan serta sejalan dengan target pertumbuhan kredit yang ingin dicapai BTN sebesar 22-24%. "Orang membeli saham itu, kan tujuannya selain memperoleh dividen juga capital gain dari kenaikan harga sahamnya. Kenaikan harga saham BTN sebesar 105,17% persen di tahun 2017," katanya.

Selain mematok pertumbuhan kredit yang tinggi, BTN juga menargetkan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 19 hingga 22%. Sementara laba bersih diharapkan bisa tumbuh di atas 25% agar bisa mendorong peningkatan ekuitas sebesar 13-15% dibandingkan tahun 2017.

Untuk mencapai target tersebut, Maryono menjelaskan, pihaknya suah menyiapkan setidaknya 9 strategi, di antaranya adalah penguatan positioning di KPR dan construction value chain, struktur pendanaan dan rasio CASA, dan meningkatkan pendapatan non bunga.

Kemudian, meningkatkan asset recovery dan efektivitas penagihan, memperkuat permodalan, perbaikan kualitas sumber daya manusia, memperkuat infrastruktur IT dalam rangka penguatan digital banking, serta terus memperkuat manajemen risiko, dan yang juga penting adalah pertumbuhan organik dengan pembentukan anak usaha.

Maryono menambahkan, rencana pendirian anak usaha sudah sesuai dengan rencana bisnis perbankan melalui mekanisme penyertaan modal yang akan dilakukan pada bidang pembiayaan, manajemen investasi dan asuransi. “Rencana tersebut akan tetap berjalan dan untuk permulaan kita bisa melakukan kerja sama bisnis sambil menanti pendirian holding BUMN perbankan,” ujarnya.


Reporter: APP
Editor: Iwan Sutiawan

Aulia Putri Pandamsari
24-03-2018 10:10