Main Menu

Bank Syariah Bukan Pesaing Bank Konvensional

Annisa Setya Hutami
26-03-2018 16:30

Diskusi CIMB Niaga Syariah (ASH)

 

Jakarta, Gatra.com - CIMB Niaga Syariah meraih posisi pertama sebagai The Best Islamic Bank in Indonesia 2017 dari Islamic Financial News di Kuala Lumpur.

Capaian ini membuktikan bank syariah Indonesia, bisa bersaing dengan bank-bank syariah asing lainnya. Meski pun saat ini tantangan bank seperti ini masih memerlukan beberapa peningkatan dalam hal aset syariah.

Apalagi, Bank Syariah lebih sulit dalam menggalang dana dibandingkan bank konvensional. Meski, bukan berarti bank syariah juga adalah pesaing bank konvesional.

“Bank Syariah tidak dapat dilombakan dengan konvensional. Mereka lebih dulu ada. Industri syariah masih kecil dan butuh dukungan dari pemerintah. Jangan anggap saingan konvesional, tapi posisikanlah sebagai pelengkap,” ujar Direktur Syariah Banking CIMB Niaga, Pandji P. Djajanegara dalam acara Diskusi pada Senin (26/3) di Financial Club Graha CIMB Niaga.

Menurutnya, masih sangat diperlukan edukasi dan sosialisasi agar penetrasi bank syaraiah di masyarkatlebih kuas. Selama ini 50 % modal digunakan untuk mengembangkan bisnis, sedangkan 50% untuk mensosialisasikan binis perbankan syariah.

Semakin banyak literasi, maka semakin meningkat pencapaian dan performance. Diharapkan pada 2023 potensinya sama besar dengan konvensional dan dapat menembus angka 21 ribu triliun.

Pandji mengatakan permasalahan pada market edukasi yang cukup tertinggal. Selain itu, dari sisi syariah banking, network cenderung sedikit.

Sedangkan jaringan sangat dibutuhkan dalam dunia perbankan. Dari sisi human resource juga masih kurang dan perlu dikembangkan. Kendala terjadi ketika butuh banyak modal untuk membenahinya dan melakukan modernisasi.

“Terdapat gap of Islamic Finance Industry  antara Malaysia dan Indonesia. Pada aspek sharia market, Malaysia sudah mencapai 23,8% sedangkan Indonesia baru 5,2%. Padahal perkembangan sangat baik dilihat dari road map,” katanya.

Indonesia perlu meningkatkan industri perbankan syariah. Pertama, sistem tersebut lebih mengedepankan masalah etika dan moral. Kedua, memiliki Dewan Pengawas Syariah yang berperan penting guna menjamin keamanan transaksi.

Keunggulan tersebut yang menyebabkan bank syariah tidak hanya diminati di negara mayoritas muslim saja, tetapi juga negara non-muslim. Pandji menceritakan sejak 1995, masyarakat Eropa telah menjual produk syariah di saat Indonesia belum ada.


Reporter : Annisa Setya Hutami
Editor : Mukhlison

Annisa Setya Hutami
26-03-2018 16:30