Main Menu

OJK: Bank Muamalat Butuh Suntikan Permodalan

Muchammad Egi Fadliansyah
12-04-2018 10:29

Ilustrasi Bank Muamalat. (Dok. GATRA/Karvarino/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso mengungkapkan sejumlah permasalahan yang dihadapi Bank Muamalat kepada Komisi XI DPR RI. Dia mengatakan, bagi bank-bank dengan kondisi permodalan yang moderat, seperti Bank Muamalat dihimbau untuk mencari suntikan dana tambahan, guna menguatkan modalnya.

"Kita minta pemegang sahamnya untuk menambah modal," katanya ketika ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (11/04).

Akan tetapi, khusus bagi Bank Muamalat, ada kendala di kendali pemegang saham mayoritasnya. Dia melihat, kendala tersebut lebih kepada aturan internal Bank Muamalat.

"Kendalanya seperti tidak membolehkan melebihi dalam treshold persentase tertentu. Ini ternyata, posisi dia (Bank Muamalat) itu sudah mentok. Sehingga terpaksa harus mencari investor baru, " ia memaparkan.

Karena itu, kata Wimboh, posisi Bank Muamalat saat ini, adalah sedang dalam proses memperkuat dari sisi permodalannya. Sehingga dengan modal tersebut, nantinya diharapkan Bank Muamalat akan terus tumbuh.

"Kita ingin agar bank ini selalu tumbuh, tumbuh dan tumbuh. Dan mempunyai modal yang kuat," sebutnya.

Meski begitu, secara informal, Wimboh mengaku sudah banyak investor yang tertarik berinvestasi di Bank Muamalat. Terlebih, dari sisi likuiditas Bank Muamalat terbilang oke. Tapi sebelum itu, pemegang saham pengendali Bank Muamalat harus terlebih dahulu mengirim surat ke OJK.

"Tapi kalau belum ada surat bagaimana. Kita harapkan surat itu sesegera mungkin ada," ucapnya.

Ketika ditanya lebih lanjut, terkait sudah adakah surat yang ditunggu OJK dari pemegang saham pengendali, Wimboh menjawab secara diplomatis. "Ya pembicaraan-pembicaraan seperti itu sudah ada," ujarnya.


 

Reporter : M. Egi Fadliansyah

Editor : Flora L.Y. Barus

 

Muchammad Egi Fadliansyah
12-04-2018 10:29