Main Menu

Ini Program Prioritas Perry Warjiyo Sebagai Gubernur Bank Indonesia

Ervan
24-05-2018 17:08

Gubernur BI Perry Warjiyo (kiri) mendapat ucapan selamat dari mantan Gubernur BI Agus Martowardojo (kanan) usai pelantikannya di Mahkamah Agung. (ANTARA/Sigid Kurniawan/re1)

Jakarta, Gatra.com - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo yang baru saja dilantik menggantikan Agus Martowardojo, menyampaikan tiga hal utama yang akan dijalankan ke depan dalam memimpin Bank Indonesia. Pertama, akan membawa Bank Indonesia secara penuh menjalankan mandatnya untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional.

“Secara khusus menjaga stabilitas inflasi dan nilai tukar rupiah, saya akan tetap mendukung upaya pertumbuhan, saya adalah pro stability dan pro growth,” ujar Perry usai dilantikan di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Kamis (24/5).

Perry menjelaskan, untuk menjalankan pro stability dan pro growth ada lima instrumen yang diprioritaskan untuk mendukung dua kebijakan tersebut. Namun, satu prioritas akan dijadikan fokus untuk mejaga stabilitas. 

"Satu instrumen kami akan otoritaskan untuk jaga stabilitas. Tapi kami ada empat instrumen untuk pro growth," ungkapnya.

Empat instrumen tersebut, yakni pertama relaksasi kebijakan makro prudensial dan juga mendorong sektor perumahan. Ini, sambung Perry, merupakan kebijakan makroprudensial untuk pro growth. "Kedua, percepat pendalaman pasar keuangan, khususnya pembiayaan infrastruktur," katanya.

Penerbitan ini menurut Perry akan lebih banyak sekuritas untuk mendapatkan insentif guna menyalurkan pembiayaan infrastruktur. "Ini akan koordinasi dengan OJK dan Kemenkeu," tambah Perry.

Ketiga, kebijakan sistem pembayaran untuk mendukung keuangan digital nasional. Sistem pembayaran ini merupakan elektronifikasi sistem seperti bansos dan fintech. "Kami BI, prioritaskan pro stability dan pro growth. Jadi satu untuk pro stability, empat untuk pro growth," urainya

Keempat, memperkuat akselarasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dan pengembangan industri halal. “Pengembangan keuangan sektor syariah maupun pengembangan riset edukasi maupun juga bagaimana kampanye gaya hidup halal,” ulas Perry.

Selanjutnya hal yang kedua, Perry sudah bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan mendiskusikan masalah perkonomi, Ia menyampaikan, Bank Indonesia bersepakat dengan pemerintah memperkuat koordinasi, untuk memperkuat stabilitas dan mendorong pertumbuhan. 

“Bank Indonesia memperkuat stabilitas mendorong pertumbuhan, kooridansi fiskal dan moneter jelas bagaimana fiskal dan moneter bisa menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan,” jelasnya.

Dan selanjutnya hal yang ketiga Priortas Bank Indonesia, akan menstabilkan nilai tukar rupiah menjadi hal yang prioritas, “Nilai tukar rupiah yang sejak Februari tertekan lebih banyak faktor karena faktor eksternal, kondisi ekonomi domestik kita cukup baik inflasi tidak lebih dari 3,5 %," lanjutnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution menyambut baik terpilihnya Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru menggantikan Agus DW Martowardojo yang telah menyelesaikan masa jabatannya pada 23 Mei 2018. Darmin menilai, Perry menjadi Gubernur BI dengan paket komplit. 

Pasalnya, Perry adalah pejabat karir dan orang dalam di BI. Dengan demikian, Darmin menemukan Perry sangat cocok untuk menjadi orang nomor satu di bank sentral Indonesia. "Yang telah lama Gubernur BI itu orang luar. Saat ini, menariknya, gubernurnya orang dalam dan misi karir," lanjutnya. 

Tak hanya itu, mantan Deputi Gubernur BI tersebut juga memiliki latar belakang pendidikan di bidang moneter. Perry juga tidak hanya paham soal keuangan, tetapi juga memiliki informasi tentang Usaha Kecil Menengah (UKM). 

"Sekolahnya dia juga, PhD-nya moneter. Jadi sebenarnya komplit. Selain itu, dia tidak membentuk uang tapi dia orang yang punya perhatian kepada UKM. Dia di lingkungan BI juga merupakan orang yang perhatian kepada pegawai. Orang yang menurut saya cukup komplit," ujarnya. 

Darmin yakin, kerja sama antara pemerintah dan BI di bawah kepemimpinan Perry Warjiyo akan semakin lancar dan kuat. Selain itu, Perry juga telah mencatat masalah keuangan inklusif di Tanah Air. "Pak Perry orangnya punya banyak perhatian dalam masalah inklusi keuangan. Saya optimistis dia bisa mewujudkan perbaikan lebih cepat," ucapnya.


Reporter: Ervan Bayu
Editor: Iwan Sutiawan

Ervan
24-05-2018 17:08