Main Menu

BRI Talangi Pembebasan Lahan 3 Anak Usaha Waskita Toll Road

didi
31-05-2018 20:38

Ilustrasi.(Shutterstock/re1)

Jakarta, Gatra.com - Tiga Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang merupakan anak usaha PT Waskita Toll Road, yakni PT Cimanggis Cibitung Tollways, PT Trans Jabar Tol, dan PT Kresna Kusuma Dyandra Marga mendapat pinjaman khusus dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, senilai total Rp 7,160 trilyun.


Dari total Dana Talangan Tanah untuk tiga anak usaha PT Waskita Toll Road ini akan digunakan untuk pembangunan Ruas Tol Cimanggis Cibitung sebesar Rp 3,702 trilyun yang dikelola PT Cimanggis Cibitung Tollways. Kemudian Ruas Tol Bogor Ciawi Sukabumi sebesar Rp 2,078 trilyun yang dikelola PT Trans Jabar Toll. Dan Ruas Tol Bekasi Cawang Kampung Melayu sebesar Rp 1,380 trilyun yang dikerjakan PT Kresna Kusuma Dyandra Marga.

Y. Ariandi Siregar, Direktur Keuangan dan SDM PT Waskita Toll Road menjelaskan, Dana Talangan Tanah itu merupakan pembiayaan untuk pembebasan tanah pada tiga ruas tol di atas yang nantinya akan diganti dana APBN oleh pemerintah melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

"Tujuan Dana Talangan Tanah ini sebagai wujud dari upaya mendukung percepatan pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia, khususnya jalan tol,” jelas Ariandi, di Jakarta, Kamis (31/5).

Mokh. Sadali selaku Direktur Utama PT Trans Jabar Tol, menjelaskan, sebagai pemegang konsesi ruas tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) pihaknya mengerjakan ruas jalan total 54 km. Dengan adanya dana talangan ini, pihaknya akan menggunakan untuk pembebasan lahan Seksi 2, 3, dan 4.

"Pembebasan lahan Seksi 2 sudah 20%, ssmentara Seksi 3-4 masih nol persen, kita masih tahap musyawarah. Harapan setelah Lebaran sudah ada pembayaran," katanya.

Mokh. Sadali menambahkan, pihaknya juga tengah menunggu revisi penambahan ruas dari Bocimi-Ciranjang. "Ini sedang direvisi BPJT. Selain itu kita juga koordinasi dengan LMAN untuk amandemen biaya. Tahun 2017 kita dapat Rp 500 milyar, dan di 2018 senilai Rp 1,3 trilyun. Jadi Rp 1,8 trilyun," pungkas dia.

PT Waskita Toll Road selaku induk usaha menargetkan proyek Jalan Tol Bocimi untuk ruas Jalan Tol Ciawi Sukabumi Seksi 1 dengan ruas Ciawi Cigombong sepanjang 15,35 kilometer dapat mulai beroperasi pada September tahun ini. Untuk Lebaran hanya berlaku fungsional. Kemudian sampai ke Cibadak diperkirakan tahun 2020 akan selesai. Sampai dengan Sukabumi Timur ditargetkan selesai di tahun 2021.

Sementara Ridwan Dharma, Direktur Utama PT Cimanggis Cibitung Tollways, menjelaskan, dana talangan ini akan digunakan untuk pembebaaan lahan Seksi 1-2. "Pembebasan lahan Seksi 1 tinggal 20% lagi, sedangkan Seksi 2 tinggal 60% lagi. Dana talangan tanah ini akan mempercepat pembangunan ruas tol sehingga akhir 2019 Seksi 1-2 sudah selesai. Ini akan membantu transportasi Jagorawi ke Bandung," jelasnya.

Untuk diketahui, PT Cimanggis Cibitung Tollways adalah pemegang konsesi ruas Cimanggis Cibitung dengan panjang 26,3 km yang masuk di dalam ruas JORR 2. Ruas tol ini menghubungkan dua ruas jalan tol besar yang telah lama beroperasi yaitu ruas Jagorawi dan Cikampek, dan juga menghubungkan ruas tol Cijago dan Cilincing.

Di samping itu, sebagai pelengkap jaringan Jalan Tol Jabodetabek, Tol Cimanggis Cibitung diharapkan juga mampu memecah kepadatan dua tol Ibu Kota, yakni Jalan Tol Jakarta Cikampek dan Jalan Tol Jagorawi.

Di kesempatan yang sama, Herwidiakto selaku Direktur Utama PT Kresna Kusuma Dyandra Marga mengatakan, dana talangan tersebut akan digunakan untuk pembebasan lahan untuk konektivitas ke ruas Tol Wiyoto Wiyono. "Nanti juga untuk pembebasan laham Seksi 2A Jakasampurna-Bekasi Barat," imbuhnya.

Adapun ruas Bekasi Cawang Kampung Melayu (Becakayu) dengan keseluruhan mencapai panjang 16 kilometer. Ruas ini terdiri dari dua seksi yakni seksi 1A yang menyambungkan Cipinang Muara hingga Kampung Melayu dan seksi 2 dari Jakasampurna ke Duren Jaya sepanjang 10,04 kilometer.

Saat ini PT Kresna Kusuma Dyandra Marga tengah fokus untuk mempercepat pembebasan, sehingga dapat menyelesaikan pembangunan seksi IA, yaitu antara Cipinang Muara hingga Kampung Melayu, sehingga dapat beroperasi pada September 2018.

Sedangkan seksi II antara Jaka Sampurna hingga Bekasi Barat yang ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pada Desember 2018 mendatang. Sebelumnya seksi 1B Cipinang Melayu Pangkalan Jati dan 1C Pangkalan Jati Jaka Sampurna telah resmi beroperasi sejak November 2017.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Arief Prasetyo

 

didi
31-05-2018 20:38