Main Menu

DBS: Suku Bunga Acuan Akan Naik Lagi di Semester II 2018

didi
24-08-2018 14:28

Bank Indonesia (GATRA/Ardi Widi Yansah/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Perusahaan riset keuangan DBS Group Research merilis hasil penelitian mengenai kenaikan suku bunga. Menurut riset tersebut, kenaikan tersebut kemungkinan bukanlah akhir dari siklus kenaikan suku bunga.

 

Riset yang digarap Economist DBS Group Research Radhika Rao dan Strategist DBS Group Research Duncan Tan memperkirakan akan adanya kenaikan suku bunga Amerika Serikat sebesar 50bps untuk semester II 2018.

“Kenaikan suku bunga sebesar 25bps telah dilakukan pada hari Rabu (22/8). Sisanya diperkirakan akan terjadi dalam kuartal IV,” tulis riset tersebut yang dikutip GATRA, Jumat (24/8).

Oleh karena itu, lembaga riset DBS mengatakan, kemungkinan akan ada kenaikan suku bunga Amerika lebih lanjut, keteguhan mata uang dolar Amerika serta masih adanya kekhawatiran atas perang dagang Amerika dan China, tanpa mengesampingkan resolusi untuk krisis Turki, menunjukkan bahwa pintu tetap terbuka untuk kenaikan suku bunga lebih jauh pada sisa tahun ini.

Dengan demikian, langkah yang diambil pada Rabu lalu diperkirakan akan membawa dukungan tentatif untuk mata uang. Namun begitu, pembuat kebijakan harus tetap berjaga-jaga sehubungan dengan perkembangan global.

Reformasi subsidi atau liberalisasi harga BBM cenderung tak akan terjadi sebelum pemilu tahun depan, sehingga langkah-langkah heterodox akan menjadi penopang kenaikan suku bunga BI dalam upaya menangani defisit kembar Indonesia.

Volatilitas yang berkelanjutan di negara berkembang mengarah kepada tanggapan yang meredam kejutan peningkatan 25bps oleh Bank Indonesia (BI).

Suku bunga yang lebih tinggi adalah ketegasan positif dari sudut pandang stabilitas makro ketika kekhawatiran terhadap Turki masih berlangsung.

Langkah-langkah dukungan dari pihak yang berwenang dapat membantu. Pasar obligasi pemerintah relatif stabil. Oleh karena itu, reaksi terhadap NDF kurang konstruktif. 

Kembali pada akhir Juni, implikasi suku bunga 1M jatuh secara signifikan usai kenaikan 50bps. Saat ini, implikasi suku bunga 1M naik hingga 14,2%, dibandingkan dengan 9,4% dalam penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Seperti diketahui, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan BI pada tanggal 15 Agustus dari 25bp menjadi 5,5%, sehingga kenaikan kumulatif tahun ini menjadi 125bps.

Ketika konsensus memperkirakan jeda, perkiraan tersebut berlangsung sebelum pertarungan terkini mengenai volatilitas pasar keuangan.

Dalam pernyataannya usai kebijakan, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menegaskan preferensi BI terhadap kebijakan “pre-emptive , front loading, and ahead the curve”. Proyeksi pertumbuhan tertahan pada 5,0%-5,4% pada 2018, dengan jumlah inflasi yang terlihat berkisar 2,5%-4,5%.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Aries Kelana

didi
24-08-2018 14:28