Main Menu

Penjualan Rumah di Jakarta dan Sekitarnya Turun 50%

didi
20-10-2015 22:39

Penjualan rumah di Jakarta menurun (ANTARA/Widodo S Jusuf)

Jakarta, GATRAnews - Indonesia Property Watch (IPW) dalam risetnya mencatat, penjualan perumahan di area Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan Banten pada kuartal III/2015 mengalami penurunan lebih dari 50% per triwulan (quarter on quarter/QoQ).

IPW menyatakan, pasar hunian di Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan Banten sebagai benchmark pergerakan pasar perumahan di Indonesia masih mengalami tekanan dengan gambaran penurunan penjualan sampai 51,7% (QoQ) pada triwulan ketiga 2015.

“Penurunan yang dulunya terjadi sebatas segmen atas saat ini mulai terjadi di semua segmen termasuk segmen bawah,” ujar Direktur Ekskutif IPW Ali Tranghanda, dalam publikasinya, di Jakarta, Selasa (20/10).

Ia mencatat, nilai transaksi penjualan rumah secara triwulan diperkirakan mencapai Rp1,041 trilyun dengan distribusi hampir terbagi rata di semua segmen. Namun, secara tahunan penjualan pada segmen bawah dengan harga di bawah Rp500 juta masih terjadi kenaikan 56,7% (year on year/ YoY).

Adapun penjualan di segmen menengah dengan harga Rp500 juta - Rp1,5 milyar dan atas dengan harga minimal Rp1,5 milyar masih anjlok. Masing-masing turun 36,9% (YoY) dan 31,8% (YoY) sehingga secara rata-rata masih terjadi pelandaian 19,4% (YoY).

Di segmen menengah atas, posisi penundaan pembelian masih mewarnai pasar perumahan dan properti yang ada. Menurut Ali, kekhawatiran psikologis juga terjadi di segmen menengah bawah. Pada segmen ini terjadi penundaan pembelian karena kondisi ekonomi yang ada.

“Mereka lebih memilih menyelamatkan kebutuhan sehari-hari termasuk sandang dan pangan dibandingkan papan meskipun daya beli saat ini relatif tidak tergerus,” katanya.

Dengan inflasi yang terjaga dan rupiah yang berangsur menguat, diperkirakan pasar akan kembali menentukan pilihan pembeliannya dalam waktu dekat.

Namun, sambung Ali, segmen atas masih disibukkan dengan isu perpajakan sehingga membuat banyak investor menahan diri untuk melakukan investasi sampai kondisi benar-benar kondusif.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
20-10-2015 22:39