Main Menu

Pemerintah Realisasikan Bangun 660.474 Rumah dalam Progam Sejuta Rumah

didi
22-12-2015 08:18

Program Sejuta Rumah (ANTARA/Widodo S Jusuf)

Jakarta, GATRAnews - Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syarif Burhanuddin menyatakan, pemerintah serius dalam pelaksanaan Program Sejuta Rumah. Dalam program tersebut, pemerintah telah menetapkan target satu juta rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan non MBR.

“Jumlah pembangunan rumah MBR dan rumah Non-MBR merupakan jumlah pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat (Kementerian PUPR dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi), Pemerintah Daerah, perusahaan pelaksana Corporate Social Responsibility (CSR), dan masyarakat, maka total pembangunan rumah tinggal tahun 2015 adalah sebanyak 660.474 unit,” ujar Syarif, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (21/12).

Menurutnya, banyak pihak yang meragukan terkait data progres Program Sejuta Rumah. Namun kenyataan di lapangan pembangunan berjalan terus sesuai laporan yang ada saat ini yakni sekitar 660.474 unit rumah.

“Kami sangat hati-hati untuk menampilkan data program ini. Setiap saat ada angka-angka baru yang masuk dan kami juga telah melakukan koreksi dengan melakukan monitoring di lapangan untuk selanjutnya di laporkan ke tim Program Sejuta Rumah. Dan data yang ada juga kami sampaikan secara terbuka ke media. Tentunya kami tidak akan menyampaikan data tambahan jika memang di lapangan bangunannya tidak ada dan baru bersifat perencanaan,” paparnya.

Syarif menuturkan, Pencanangan Program Sejuta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 29 April 2015 lalu adalah tonggak sejarah baru dimana pemerintah serius dalam pengurangan backlogperumahan di Indonesia. Angka sejuta rumah juga merupakan angka psikologis agar masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan bidang perumahan menjadi sadar bahwa Indonesia dalam keadaan darurat perumahan.

Lebih lanjut, Syarif Burhanuddin menyampaikan, pihaknya juga menggandeng berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, asosiasi pengembang, kalangan perbankan serta masyarakat untuk memperoleh data yang ada. Namun kenyataan di lapangan belum sepenuhnya data-data tersebut lancar disampaikan ke Direktorat Jendral Penyediaan Perumahan.

Syarif menerangkan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) saja jumlah backlog perumahan diperkirakan sekitar 13,5 juta. Sedangkan dari REI menyatakan sudah 15 juta unit rumah. Sedangkan kebutuhan rumah per tahun sekitar 800.000 unit.

“Tanpa campur tangan pemerintah maka jumlahnya akan terus meningkat setiap tahun," jelasnya.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
22-12-2015 08:18