Main Menu

Jokowi: MRT, LRT dan Kereta Cepat Untuk Atasi Kemacetan

Ervan
30-03-2016 15:33

Pembangunan MRT (GATRAnews/Adi Wijaya/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo menjawab kritik soal pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Menurut Jokowi di Tiongkok (Cina) pembangunan jalur kereta cepat bisa sampai 2.000 km per tahun, sedangkan di Indonesia baru membangun 150 km saja dipermasalahkan.

 

"Di sini tuh hobinya ribut melulu, Cina itu dalam 8 tahun bangun 16.000 km kereta cepat atau tiap tahun 2.000 km. 2000 km lho! Nah kita baru bangun 150 km saja sudah ribut padahal bangun saja belum," ujarnya dalam Dialog Publik "Membangun Ekonomi Indonesia yang Berdaya Saing" di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta, Rabu (30/3).

 

Presiden pun mengungkapkan proyek transportasi berbasis kereta api baik itu Liaght Rapid Trasit (LRT) maupun Mass Rapid Transit (MRT) yang akan terkoneksi dengan kereta cepat di Jakarta dan Bandung. Semua proyek tersebut diharapkan mampu mengatasi masalah kemacetan yang merugikan hingga triliunan rupiah.

 

"Saya dapat dapat data kemacetan di Jakarta dan Bandung itu tiap merugikan Rp 36 triliun. Kalau dibiarkan akan terus itu kerugian timbul setiap tahun. Makanya kita bangun MRT dan LRT di Jakarta lalu juga LRT di Bandung. Nah untuk menghubungkan Jakarta-Bandung itu pakai kereta cepat," ucapnya.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Dani Hamdani  

 

Ervan
30-03-2016 15:33