Main Menu

Pembangunan Bandara Kertajati Akan Dikupas di Universitas Oxford

Dani Hamdani
01-09-2017 08:33

Peta masterplan aerocity bandar udara Bandara Kertajati Majalengka, Jawa Barat. (Dok PUPR)

Bandung, GATRAnews - Proses pembangunan dan pembiayaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kabupaten Majalengka akan dibedah secara khusus di Universitas Oxford, Inggris.

 

Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra mengatakan pihaknya mendapat undangan dari Transport Studies Unit dari Universitas Oxford untuk memaparkan proyek bandara tersebut dalam program internasional bernama “Global Challenges in Transport”. 

 

"Undangan dari Universitas Oxford merupakan kehormatan karena ini program kepemimpinan yang rutin berlangsung di universitas ternama Amerika dan Inggris yang mengundang banyak narasumber dari sejumlah negara," kata Virda di Bandung, Kamis (31/8).

 

Dalam acara yang akan berlangsung pada 5-8 September 2017 tersebut, kata dia, PT BIJB diundang atas rekomendasi peserta Global Challenges in Transport tahun sebelumnya yang digelar di Universitas Harvard, Amerika Serikat. 

 

"Dalam rekomendasi tersebut disampaikan bahwa BIJB adalah proyek strategis nasional yang cukup kompleks," ujarnya.

 

Menurut Virda, akademisi luar negeri menilai upaya pemerintah mewujudkan bandara internasional tersebut tidaklah mudah mengingat banyaknya pihak yang terlibat. Proyek ini menggabungkan keterlibatan unsur pemerintah, BUMD, BUMN, dan swasta dalam proyeknya, baik dalam konstruksi maupun pembiayaan. 

 

"Tema yang akan dibahas adalah tentang infrastruktur, pembangunan dan pembiayaan," ungkap dia.

 

Keikutsertaan PT BIJB dalam acara ini, sambung Vurda, sangat penting karena bisa menyampaikan best practice dalam pembangunan dan pembiayaan yang melibatkan swasta dan masyarakat. Kolaborasi ini membuat pembangunan bandara yang sudah digagas sejak 2003 tersebut kini berjalan signifikan.

 

"Skema public private partnership ini merupakan yang pertama dipakai di Indonesia dalam hal membangun bandara," ujar Virda.


Reporter: Muha Zainal

Editor: Dani Hamdani 

Dani Hamdani
01-09-2017 08:33