Main Menu

Sekda Jabar: Tol Cileunyi-Sumedang Seksi 1 Ditender November

Dani Hamdani
07-09-2017 11:11

Juru Bicara KPK Febri Diansyah (GATRAnews/Adi Wijaya/AK9)

Bandung, GATRAnews - Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Iwa Karniwa mengatakan pemerintah akan segera menggelar tender konstruksi Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi I Cileunyi-Rancakalong pada November 2017 mendatang.

 

Berdasarkan informasi dari Satker Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, kata Iwa, lelang Tol Cisumdawu tersebut akan segera digelar mengingat progres di seksi II Rancakalong-Sumedang makin signifikan. 

 

"Tender seksi I November, agar awal 2018 sudah bisa konstruksi," ujar Iwa saat ditemui di Gedung Sate, Bandung, Rabu (6/9).

 

Iwa menjelaskan, Badan Usaha Jalan Tol sudah menjadwalkan begitu kontrak konstruksi selesai maka akan dilakukan penandatanganan loan agreement. Pemerintah sendiri sudah menghitung biaya konstruksi untuk seksi ini kurang lebih mencapai Rp 2,270 triliun. 

 

"Sudah dihitung pula estimasi biaya pengadaan tanah sekitar Rp 1,5 triliun," ujar Sekda.

 

Seksi I yang memiliki panjang 11,45 kilometer ini, sambung dia, dari sisi ketersediaan lahan saat ini baru mencapai 37,43 persen. Iwa menyebut ketersediaan lahan tersebut didapat setelah membebaskan dua desa sepanjang 1,7 kilometer. Selain itu lahan milik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sepanjang 3 kilometer juga kemungkinan segera dibebaskan. 

 

"Dari lahan dua desa itu saja sudah siap untuk dilaksanakan konstruksi," kata dia.

 

Di lapangan saat ini tengah dilakukan proses pendaftaran pengukuran peta bidang untuk sisa lahan. Untuk tahap awal, pemerintah menargetkan pengadaan tanah awal bisa tuntas pada pertengahan 2018 mendatang. 

 

“Proses konstruksi nantinya juga paralel dengan proses penyelesaian sengketa di lapangan,” paparnya.

 

Progress paling cepat dituturkan Iwa terlihat di seksi II fase II Rancakalong-Ciherang sepanjang 6,35 kilometer. Per 4 Agustus lalu konstruksi di lapangan sudah mencapai 100% meski di sisi pembebasan tanah masih menyisakan sekitar 2%. “Ini sudah tuntas, nilai kontraknya Rp 1,37 triliun,” ujar Iwa.

 

Selanjutnya tantangan terberat sudah dimasuki proses konstruksi seksi II fase 2 yang saat ini tengah mengerjakan pembuatan terowongan sepanjang 400 meter lebih. Pengerjaan terowongan sudah mencapai 50 meter atau 1 tube dari 2 tube yang direncanakan. “Target fase 2 ini bisa beroperasi pada 2019,” tuturnya.

 

Pihak satker sendiri saat ini tengah menggenjot sisa lahan yang akan dibebaskan dimana tengah dilakukan proses pengukuran, penaksiran dan musyawarah dengan warga. Lahan yang tersedia untuk fase ini menurutnya baru mencapai 61,56%.

 

"Dari sisi lahan sudah tidak bermasalah, targetnya pengadaan lahan bisa tuntas seluruhnya pada Desember 2017," kata Iwa.


Reporter: Muha Zainal

Editor: Dani Hamdani 

Dani Hamdani
07-09-2017 11:11