Main Menu

Sempat Terhenti, PT MAP Lanjutkan Pembangunan Grand Eschol Residence

Arif Prasetyo
19-11-2017 15:04

Proyek Grand Eschol Residence (Foto: Dok. PT MAP)

Jakarta, Gatracom - Kondisi pasar properti masih mengalami kelesuan di beberapa tahun terakhir ini terutama di sektor properti menengah atas. Konsumen di segmen ini lebih banyak menyimpan uang di sektor lain.


Kondisi pasar itu disebabkan pertumbuhan ekonomi global yang melambat. Tentu saja berimbas di berbagai sektor terutaman properti, sehingga dampaknya masih dirasakan oleh properti kelas menengah atas (high end).


Pengamat properti Ali Tranghanda menilai, industri properti Indonesia masih aman meski penjualan melambat.


"Pasar akan jenuh dengan sendirinya dan itu sudah terjadi pada 2013 yang terus menurun sampai 2015," kata Ali Tranghanda di Jakarta beberapa waktu lalu.


Sementara, bagi pengembang sendiri tentu berdampak pada penjualan produk yang sudah terlanjur di-launching di pasaran.


Ini yang terjadi pada PT Mahakarya Agung Putera (MAP) yang memasarkan apartemen Grand Eschol Residence, Karawaci, Tangerang. Pengembang ini terpaksa menunda pembangunannya yang sempat di-launching pada tahun 2014 lalu.


Namun dengan komitmen kepada konsumen yang sudah terlanjur membeli unit apartemennya ini PT MAP kembali akan meneruskan proyeknya itu. Rencananya pembangunan akan dimulai pada pekan pertama Desember 2017.


PT MAP kini sedang melakukan perhitungan ulang tahap akhir agar nilai konstruksi yang ada saat ini bisa disesuaikan dengan waktu penyelesaian pembangunannya. Selain itu, perhitungan untuk menentukan kualitas struktur bangunan mulai dari pondasi hingga tarap finishing agar memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para penggunanya dikemudian hari.

Direktur PT MAP, Andre Lidra mengatakan, proses pembangunan akan dibagi ke dalam empat tahapan: penyelesaian pondasi, struktur, MEP dan finishing. Hingga kini struktur pembangunan sudah mencapai 60 % yang terdiri dari 13 lantai dan 2 basement. Sedangkan yang menjadi prioritas kelanjutan penyelesaian adalah proses pekerjaan Mekanikal Elektrikal (Pekerjaan M.E-red) dan struktural bangunan lanjutan.

“Manajemen sampai saat ini tetap memiliki komitmen yang sangat tinggi dalam menyelesaikan project ini. Terbukti dengan akan dilanjutkan dan diselesaikannya pembangunan yang tertunda,” ujar Andre Lidra melalui keterangan tertulisnya, Ahad (19/11).

Lanjut Andre, proyeksi tahap akhir penyelesaian kelanjutan pembangunan ini terlaksana berkat adanya kerja sama antara pihak pengembang dan investor yang dituangkan dalam penandatanganan kesepakatan melalui proses Due Dilligent pada Sabtu, 11 November 2017 lalu.

“Kami ingin mengutamakan kualitas bangunan karena struktur bangunan pondasi harus kuat untuk menopang keseluruhan lantai,” terang dia.

Diketahui, proyek Grand Eschol Residence dan Aston Karawaci City Hotel ini meliputi 707 unit apartemen, 219 unit kondotel dan 150 unit SOHO; Juga dilengkapi ruang serbaguna, area retail komersial 2 lantai, SOHO 2 lantai, kolam renang, sky terrace, resto food and beverage, gym, dan minimarket.


Terkait fasilitas Condotel, jelas Andre, akan dikelola pihak Aston dengan Return Of Investment (ROI-red) yang timbul dari kerjasama pengelolaan antara pemilik condotel dan operator Aston.


Editor: Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
19-11-2017 15:04