Main Menu

PP Presisi Resmi Melantai di BEI

didi
24-11-2017 09:52

PT PP Presisi Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). (GATRA/Didi Kurniawan/FT02)

 

Jakarta, Gatra.com - PT PP Presisi Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham PPRE. Dalam pencatatan perdananya, saham PPRE langsung mengalami kenaikan tipis ke level Rp432 per saham atau menguat sebesar 0,47% dari harga penawaran umum seharga Rp430 per saham.

 

 

Pada penawaran umum perdana ini, anak usaha PT PP (Persero) Tbk ini mencatatkan saham sebanyak 2.351.221.000 lembar saham atau setara dengan 23% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.

 

Pergerakan harga PPRE saat pembukaan perdagangan menguat 0,47% dengan frekuensi transaksi sebanyak sembilan kali dengan volume 1.427 lot. Namun, akhirnya berbalik melemah 0,47% ke level Rp428 dan berangsur-angsur menurun hingga Rp398. Sedangkan harga tertinggi tercatat sebesar Rp440 per saham.

 

Direktur Utama BEI, Tito Sulistio mengatakan, PPRE merupakan emiten ke-29 yang tercatat di 2017 atau merupakan anak usaha BUMN yang ke-23 yang tercatat di BEI dari total emiten saat ini sebanyak 560 perusahaan.

 

“Hingga akhir tahun ini, masih ada yang akan listing, empat sampai lima perusahaan lagi," kata Tito di Jakarta, Jumat (24/11).

 

Sementara Presiden Direktur PPRE, Iswanto Amperawan mengatakan, pada penawaran saham perdana ini, perseroan mampu menghimpun dana sebesar Rp1 trilyun. Dari jumlah itu, sebanyak 70%  akan digunakan untuk belanja modal dalam upaya menmbah peralatan dan membeli lahan workshop maupun stone quarry.

 

 

Iswanto menyebutkan, sebanyak 30% dana IPO akan digunakan untuk modal kerja, sehingga perseroan bisa mendapatkan dan menyelesaikan proyek-proyek infrastruktur. "Langkah IPO ini merupakan bagian dari strategi untuk pertumbuhan berkelanjutan demi meningkatkan nilai pemegang saham," tuturnya.

 

 

Dia menambahkan, pihaknya akan secara berkesinambungan melakukan investasi di armada peralatan berat beserta pengembangan kompetensi sumber daya manusia dalam upaya mendukung pelaksanaan proyek infrastruktur.

 

Direktur Keuangan PPRE, Benny Pidakso menuturkan, saat ini PPRE bekerja sama dengan entitas anak perusahaannya, PT Lancarjaya Mandiri Abadi sedang mengerjakan beberapa proyek strategis nasional, seperti Tol Trans Sumatera, Tol Pandaan-Malang, Tol Manado-Bitung, Tol Solo-Kertosono, Bendungan Way Sekampung, Bendungan Leuwi Keris dan proyek pengendalian lahar Gunung Sinabung.

 

"Pengerjaan beberapa proyek nasional tersebut merupakan bentuk sinergi antara induk perusahaan dengan entitas anak perusahaan yang akan memberikan value added pada penyelesaian proyek serta meningkatkan shareholder value," kata Benny.

 

 

Benny menyatakan, selain bisnis penyewaan alat berat, selama tiga tahun terakhir, PPRE juga memiliki lima kegiatan usaha yang memasuki bisnis civil work, ready mix, foundation dan form work.

 

 

"Pasca IPO, kapabilitas keuangan PPRE lebih memadai dan akan memberikan landasan solid untuk memperkuat positioning di pasar konstruksi nsional, sehingga perseroan akan dapat bertumbuh lebih besar dan tangguh," jelasnya.

 

 

 


Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Hendri Firzani

didi
24-11-2017 09:52