Main Menu

Nasib Waskita, Perombakan Direksi dan Ancaman Blacklist Pemprov DKI Jakarta

Abdul Rozak
22-03-2018 13:38

Ilustrasi Waskita Karya. (GATRA/Adi Wijaya/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Pemprov DKI Jakarta sedang mengevalusi sanksi bagi kontraktor Rusun Sewa Pasar Rumput, Jakarta Selatan, PT Waskita Karya Tbk. Sanksi berupa tindak pidana ringan (tipiring) dinilai tak sebanding dengan kelalaian kerja yang menyebabkan orang meninggal. Menteri BUMN Rini Soemarno berencana merombak jajaran direksi, terutama direktur operasional.

 

Sanksi Tipiring Waskita Karya diusulkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta. Wakil Gubernur Sandiaga Uno beberapa waktu lalu memerintahkan untuk mengevaluasi sanksi tersebut.

"Itu (sanksi Tipiring) sesuai dengan UU Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja memang demikian. Kalau ada yang menghilangkan nyawa berurusan dengan kepolisian dan beda lagi," ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Priyono di Jakarta Utara, Kamis (22/3).

Kontraktor proyek Pembangunan Rusun Sewa Pasar Rumput, kata Priyono, terbukti melalaikan keselamatan kerja. Temuan tim investigasi di lapangan tidak menemukan jaring pengaman (safe net) sehigga bahan bangunan jatuh dan menimpa warga. Priyono mengatakan untuk memperkuat sanksi, Pemprov DKI akan menggandeng Kementerian Tenaga Kerja. Sehingga tidak lagi menggunakan pasal tipiring ke Waskita Karya.

Priyono membenarkan ada usulan untuk mem-blacklist Waskita Karya dari proyek-proyek konstruksi Jakarta. Tetapi usulan tersebut masih perlu dikaji ulang.

"Itu nanti kita lihat lebih jauh. Saya kira Kementerian PUPR juga sudah melakukan evaluasi, beberapa direksi sudah diganti," tutup Priyono.

 

Perombakan Waskita Karya

 

Dari 14 kecelakaan kerja dalam tujuh bulan terakhir, tujuh diantaranya merupakan proyek yang digarap Waskita Karya. Diantaranya proyek LRT (Light Rail Transit) Palembang, tol Bogor-Ciawi-Sukabumi, serta tol Pasuruan-Probolinggo. Banyaknya rentetan kecelakaan membuat Menteri BUMN Rini Soemarno resah. Menurutnya, salah satu BUMN karya ini memiliki kelemahan dan kerap kali kecelakaan terjadi karena faktor human error. 

"Di Waskita kami lihat banyak kelemahan, terutama Direktur Operasi. Jadi kami akan lakukan perombakan cukup besar karena itu sudah perusahaan publik," katanya ditengah kunjungaj ke Bandung, Jawa Barat, Rabu (21/3). 

Meski begitu, ia belum merinci perombakan seperti apa yang akan dilakukannya di dalam struktur organisasi Waskita Karya. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) baru akan dilakukan pada bulan April mendatang.

Sebagai informasi, perusahaan pelat merah itu dipimpin M Choliq sebagai Direktur Utama. jajaran di bawahnya terdapat Agus Sugiono sebagai Direktur SDM dan Sistem, dan Tunggul Rajagukguk selaku Direktur Keuangan dan Strategi. Selanjutnya ada Adi Wibowo selaku Direktur Operasi I, Nyoman Wirya Adnyana selaku Direktur Operasi II, dan Bambang Rianto selaku Direktur Operasi III.


Reporter : Abdul Rozak

Editor : Sandika Prihatnala

 

 

 

 

Abdul Rozak
22-03-2018 13:38