Main Menu

Marketing Sales PP Properti Senilai Rp 2,5 Trilyun di Semester I 2018

didi
30-07-2018 17:44

Ilustrasi pembangunan properti (ANTARA/Rosa Panggabean/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Pengembang properti, PT PP Properti Tbk memperoleh kepercayaan investor asing asal Dubai untuk berinvestasi di Surabaya beberapa waktu lalu. Hal tersebut pun berhasil mengangkat perolehan pra penjualan (marketing sales) perseroan.

 

Direktur Utama PT PP Properti Tbk, Taufik mengungkapkan bila sampai dengan Semester I tahun 2018 tercatat marketing sales perseroan mencapai Rp 2,5 trilyun naik 80% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Marketing sales disokong dari Residential sekitar 90% dan commercial (hospitality dan Shopping mall) sekitar 10%. Proyek-prpyek residential diantaranya Grand Kamala Lagoon, Grand Sungkono Lagoon, Grand Shamaya, Grand Dharmahusada Lagoon, Ayoma, Amarta View, Begawan, dan lain-lain.

“Sedangkan Commercial di antaranya Park Hotel Jakarta, Prime Park Hotel Bandung, Swissbel Hotel Balikpapan, Kaza City dan Mall Lave GKL,” ujar dalam keterangan resminya, Senin (30/7).

Tercatat sampai dengan semester I-2018 perseroan berhasil memperoleh laba bersih sebesar Rp 188 milyar atau tumbuh 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 163 milyar.

Selain itu , untuk peningkatan dari kacamata arus kas masih tetap kuat, sehingga mendorong posisi Neraca keuangan yang sehat. Rasio utang berbunga terhadap ekuitas (DER) pada posisi Juni 2018 adalah 0.75 kali dengan current ratio 2.69 kali dan peningkatan terjadi sebesar 32% pada total asset dari Rp 10,71 trilyun di Semester I-2017 menjadi Rp 14.19 trilyun, posisi ini menunjukkan tingkat leverage perseroan yang sangat terkendali.

“Pada semester II-2018 diharapkan kami akan menerima pembayaran atas transaksi Bulk Sell yang muncul di Semester I-2018 dengan perkiraan nilai Rp 756 milyar. Ditambah dengan sisa dana dari hasil penerbitan obligasi kemarin, kami optimis dapat memenuhi komitmen kami kepada konsumen dan pemegang saham dalam menghasilkan progress produksi yang luar biasa dari landbank maupun proyek yang ada,” jelas Taufik.

Tahun ini PP Properti hanya menyiapkan belanja modal Rp 1,8 trilyun, di mana sekitar 50%-60% akan digunakan untuk pelunasan cicilan lahan perseroan dan sisanya untuk pengembangan hotel dan mall juga setoran modal anak usaha. Sampai dengan Juni 2018 sudah terserap sekitar 23% dari total belanja modal tahun ini.

“Sebagian besar belanja modal kami prioritaskan membayar cicilan land bank, kalaupun ada hutang sifatnya hanya untuk refinancing. Dengan begitu rasio keuangan akan terkendali dimana hutang berbunga akan diminimalisir,” ujar Taufik.

Sekedar informasi, pada tahun ini perseroan menargetkan top line marketing sales mencapai Rp 3,8 trilyun, sedangkan untuk bottom line ditargetkan berkisar Rp 510 milyar - 530 milyar.

“Kami sangat optimis dengan target itu, rencana di Semester II-2018 kami akan me-launching beberapa produk baru, diantaranya apartemen di kawasan Kertajati, Entrance Suramadu, launching tower baru Grand Kamala Lagoon dan Grand Sungkono Lagoon,” tutup Taufik.


Reporter : Didi Kurniawan
Editor : Mukhlison

didi
30-07-2018 17:44