Main Menu

Perusahaan Teknologi akan Makin Mendominasi Ruang Perkantoran di Asia Tenggara

Flora Librayanti BR K
14-09-2018 19:02

Ilustrasi. (shutterstock_1175395687/RT)

Jakarta, Gatra.com - Seiring pertumbuhan perekonomian online di Asia Tenggara yang semakin cepat, konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) memprediksi bahwa perusahaan-perusahaan teknologi akan mendorong angka hunian perkantoran makin tinggi. Potensi hunian tersebut mencapai 15-25% dari volume bruto tahunan sewa perkantoran dalam 10 tahun kedepan. Bandingkan dengan kondisi tiga tahun lalu yang hanya di level 5-10%.

 

Dalam laporan JLL yang bertajuk "Perusahaan-perusahaan teknologi mengubah Asia Tenggara", disebutkan kalau perusahaan-perusahaan teknologi telah menjadi kelompok utama penghuni perkantoran di kawasan Asia Tenggara. Mereka sering menjadi penyewa paling awal untuk melakukan pra-komitmen terhadap bangunan baru.

"Mengingat bahwa perusahaan-perusahaan teknologi akan menjadi sumber utama hunian kantor, ini adalah kesempatan bagi para investor dan pengembang real estate untuk menciptakan ruang yang akan memenuhi kebutuhan ini," kata Head of Capital Market Southeast Asia Research, JLL, Regina Lim.

JLL mengatakan ruang perkantoran akan segera didominasi oleh sektor teknologi yang tumbuh pesat di Jakarta, Bangkok, Manila, dan Ho Chi Minh City.

Data menunjukkan, pada 2017, sektor teknologi menarik lebih dari US$6 miliar dalam pendanaan. “Pertumbuhan industri ini akan berkontribusi secara signifikan terhadap volume sewa kantor di masa depan, yang kami perkirakan akan meningkat sebesar enam persen setiap tahunnya di tengah tingkat pertumbuhan PDB sekitar lima persen,” tambah Regina.

Perekonomian Asia Tenggara diperkirakan akan meningkat lima persen setiap tahun hingga 2020, melebihi tingkat global yaitu 3,5 persen.

Penelitian Google-Temasek menemukan kalau perekonomian internet di kawasan Asia Tenggara dapat bernilai lebih dari US$200 miliar pada 2025. Sektor e-commerce dilihat sebagai segmen yang mengalami pertumbuhan paling cepat. Bersama dengan kelas menengah yang terus berkembang, segmen ini diprediksi akan meningkat sebesar 30 persen dalam 5-10 tahun ke depan untuk mencapai US$ 88 miliar pada 2025.

Ketika perusahaan-perusahaan internet mengembangkan keberadaan mereka secara cepat di wilayah Asia tenggara dalam satu dekade terakhir, perusahaan e-commerce khususnya telah berkembang dalam dua tahun terakhir. Perusahaan teknologi global terbesar, termasuk Alibaba, Facebook, Google, dan Sea, saat ini masing-masing menempati total 20.000-50.000 meter persegi yang tersebar di tiga hingga lima kota. Banyak dari perusahaan-perusahaan ini telah meningkatkan jumlah pegawai mereka sebanyak 30 hingga 50 persen setiap tahunnya selama lima hingga 10 tahun terakhir, menurut laporan JLL.



Flora L.Y. Barus

 

Flora Librayanti BR K
14-09-2018 19:02