Main Menu

Basaria: Tito Akan Pererat Kerja Sama KPK-Polri

Iwan Sutiawan
15-06-2016 19:42

Basaria Panjaitan (GATRAnews/Abdurachman/yus4)

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan menilai, kerja sama antara KPK dengan Polri akan terjalin lebih baik jika Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Tito Karnavian menjadi Kapolri. "Kerja sama yang sudah baik dan ke depan akan semakin baik," kata Basaria, melalui pesan singkat, kepada wartawan, Rabu (15/6).

Komjen Pol Tito Karnavian, yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), menjadi calon tunggal Kapolri setelah Presiden Jokowi mengusulkannya kepada DPR untuk menggantikan Jenderal Pol Badrodin Haiti yang memasuki masa pensiun.

Juru bicara Istana Johan Budi SP mengungkapkan, ada beberapa alasan Presiden Jokowi memilih Tito. "Nama Tito Karnavian adalah salah satu dari beberapa nama yang diajukan oleh Kompolnas kepada Presiden," ujarnya.

Kemudian, untuk memperbaiki kualitas penegakan hukum, terutama terhadap kejahatan luar biasa seperti terorisme, Narkoba, dan korupsi.

"Pertimbangan lain Presiden dalam memilih Tito Karnavian adalah untuk meningkatkan profesionalisme Polri sebagai pengayom masyarakat, memperbaiki kualitas penegakan hukum terutama terhadap kejahatan luar biasa seperti terorisme, narkoba maupun korupsi sekaligus juga meningkatkan sinergi dengan penegak hukum lain," ujar Johan.

Sesuai biodata yang dilansir Wikipedia, Komjen Pol Tito Karnavian, merupakan perwira kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, 26 Oktober 1964, atau 52 tahun lalu. Dia termasuk tim yang berhasil membongkar jaringan teroris pimpinan Noordin Moch Top.

Tito naik pangkat menjadi Brigjen Pol dan naik jabatan menjadi Kepala Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Kemudian, sesuai TR Kapolri 14 Maret 2016, Tito telah diangkat menjadi Kepala BNPT menggantikan Komjen Pol Saud Usman Nasution yang memasuki masa pensiun.

Sebelumnya, Tito Karnavian sempat menjabat Kapolda Metro Jaya. Tito menjadi Angkatan AKABRI 1987 pertama yang mampu menembus pangkat jenderal bintang tiga.

Tito termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Bareskrim, yang melumpuhkan teroris Dr Azahari dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005.

Tito mendapat penghargaan dari Kapolri -kala itu- Jenderal Polisi Sutanto bersama dengan para kompatriotnya, Idham Azis, Petrus Reinhard Golose, serta Rycko Amelza Dahniel, dan kawan-kawan.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief
Iwan Sutiawan
15-06-2016 19:42