Main Menu

Analis Pasar Modal Berharap Reshuffle Berimbas Positif ke Market

didi
27-07-2016 16:52

Pelantikan Menteri Kabinet di Istana Negara (Biro Istana/yus4)

Jakarta, GATRAnews - Presiden Jokowi hari ini mengganti 12 menteri di jajaran kabinetnya. Posisi di bidang ekonomi yang paling banyak dibongkar. Melihat hal itu, Kepala Analis‎ PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada‎ menerangkan, imbas pergantian kursi menteri diharapkan cukup baik. Tapi, kembali lagi kepada mekanisme pasar, apakah direspon positif atau sebaliknya.

 

"Cuma harapannya, semoga bisa kasih angin segar buat market. Itu yang kita harapkan, yakni jadi sentimen positif nama-nama baru yang ditunjuk Jokowi untuk menjadi menteri di ekonomi," kata Reza‎ di Jakarta, Rabu (27/7).

 

Menurut Reza, sentimen positif akan lebih besar lagi ke pasar ketika nama itu diumumkan secara resmi oleh Presiden Jokowi, dan mengikuti semua arahan atau road map yang diberikan oleh RI 1.

 

"Ada pengumuman resmi apalagi tambah sentimennya, terus Presiden kasih arahan atau road map mereka mau ngapain, terus mereka realisasikan, itu malah lebih baik lagi sentimennya ke pasar, dan rupiah juga bakal baik," tutur Reza.

 

Kepala A‎nalis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, tiap perubahan kursi menteri pasti ada dampaknya bagi market (pasar). Meski begitu, harapannya pergantian menteri saat ini bisa mengarah ke yang lebih baik lagi.

 

"Tapi perubahan pasti ada dampak dan optimisme ke arah lebih baik. Optimis dengan keadaan itu," terang William.

 

Analis Danareksa Capital Guntur Tri Haryanto menambahkan, terpilihnya Sri Mulyani menjadi Menkeu memberikan sentimen positif bagi pasar Indonesia. Karena, dulu pada saat Sri Mulyani menjadi Menteri sebelumnya memiliki kinerja yang baik dan jiwa kepemimpinan yang kuat.

 

"‎Bukannya meragukan kemampuan Pak Bambang, tetapi Bu Sri pada waktu menjadi menteri dahulu telah menunjukan kinerja yang baik dan kepemimpinan yang kuat, dan terlebih saat eksposur internasionalnya lebih besar setelah menjabat di Bank Dunia. Program tax amnesty juga membutuhkan kemimpinan yangg sangat kuat serta jaringan internasional yang luas demi keberhasilannya. Penerimaan pajak juga perlu terus digenjot," jelas Guntur.


Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Dani Hamdani 

didi
27-07-2016 16:52