Main Menu

Anies Baswedan Pamit pada Guru Seluruh Indonesia lewat Sepucuk Surat

Dani Hamdani
28-07-2016 07:29

Surat Pamit Anies Baswedan (Dok GATRAnews)

Jakarta, GATRAnews - Arrita Mega pada hari Selasa (26/7) memajang foto selfie dirinya dengan Menteri Pendidikan Anies Baswedan dalam sebuah acara pelatihan untuk para guru. "Akhirnya bisa sarapan bareng," ujarnya, di dalam satu group whatsapp, dengan nada riang dan bangga.

 

Tak disangka tak dinyata, sehari kemudian, Rabu sore, di menempel surat permohonan pamit tokoh idolanya tersebut di group di group yang sama disertaio emutikon nangis. Ya surat pamit Anies Naswedan dengan kop Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu ditujukan pada seluruh guru, kepala sekolah dan tenaga pendidikan di seluruh Indonesia.

 

"Semoga program tidak terus diganti-ganti," ucapnya pasrah, sekaligus pesan buat menteri baru pengganti Anies, mantan rektor Univeristas Muhammadiyah Malang Muhadjir Effendy.

 

Dalam suratnya Anies menitipkan para murid dan masa depan Republik ini pada para guru. "Teruslah songsong anak-anak itu dengan hati dan sepenuh hati, izinkan mereka menyambut dengan hati pula. Jadikan pagi belajar pagi yang cerah. Sesungguhnya bukan matahari yang menjadikan cerah, tapi mata hati tiap anak, tiap guru yang menjadikan cerah," ujar Anies.

 

Di akhir surat Anies mengucap pamit sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. "Mari kita lanjutkan perjuangan, beri dukungan pada komitmen pemerintah dalam membangun sekolah menyenangkan, serta jaga stamina raga, rasa dan cipta Ibu dan Bapak semua," ujarnya.

 

"Izinkan saya pamit teriring rasa terima kasih, juga permohonan maaf tak hingga atas segala khilaf yang ada. Salam hormat saya untuk Ibu dan Bapak semua. Mari kita teruskan ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa ini."  

 

Berikut kutipan lengkap surat perpisahan Anies Baswedan:

Kepada Yth.

Ibu/Bapak Guru, Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Selama 20 bulan ini saya mendapatkan kehormatan menjalankan sebuah amanah konstitusi dan amanah ini dari Allah SWT untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa lewat jalur pemerintahan. Hari ini saya mengakhiri masa tugas di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tugas ini telah dicukupkan. Saya ucapkan terimakasih dan apresiasi pada Presiden Jokowi yang telah memberikan kehormatan ini. Tugas besar ini mendasar karena pendidikan dan kebudayaan menyangkut masa depan kita, masa depan bangsa tercinta. 

 

Sejak bertugas di Kemendikbud, saya meneruskan kebiasaan berkeliling ke penjuru Indonesia, ke sudut-sudut Nusantara, berbincang langsung dengan ribuan guru dan tenaga kependidikan. Saya menemukan mutiara-mutiara berkilau di sudut-sudut tersulit Republik ini. Dinding kelas bisa reyot, tapi semangat guru, siswa dan orangtua tegak kokoh. Dalam berbagai kesederhanaan fasilitas, sebuah PR besar pemerintah, saya melihat gelora keceriaan belajar yang luar biasa. 

 

Ibu dan Bapak yang amat saya hormati, kami sebangsa menitipkan persiapan masa depan Republik ini. Di sekolah tampak hadir bukan saja wajah anak-anak, tapi juga wajah masa depan Indonesia. Teruslah songsong anak-anak itu dengan hati dan sepenuh hati, izinkan mereka menyambut dengan hati pula. Jadikan pagi belajar pagi yang cerah. Sesungguhnya bukan matahari yang menjadikan cerah, tapi mata hati tiap anak, tiap guru yang menjadikan cerah. 

 

Di hari terakhir saya bertugas di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, izinkan saya menyampaikan harapan kepada Ibu dan Bapak semua. Harapan agar perubahan dalam pendidikan terus menuju ke arah yang lebih baik. Mari kita teguhkan komitmen untuk menjadikan sekolah sebagai taman yang penuh tantangan dan menyenangkan bagi semua warga sekolah. Mari kita pastikan bahwa sekolah menjadi tempat di mana anak-anak kita tumbuh dan berkembang sesuai kodratnya, memenuhi potensi unik dirinya.

 

Mari kita jadikan sekolah sebagai sumur amal yang darinya akan mengalir pahala tanpa henti bagi Ibu dan Bapak semua. Ibu dan Bapak, teruslah bergandengan erat dengan orangtua, bersama-sama menuntun anak-anak meraih masa depannya, menjawab tantangan zamannya, melampaui cita-citanya. Saya titipkan kepada Ibu dan Bapak guru berbagai perubahan yang telah kita mulai bersama, baik dalam bentuk peraturan-peraturan baru yang mendorong ekosistem sekolah menyenangkan dan bebas dari kekerasan, maupun melalui pembiasaan dan praktik baik di sekolah. 

 

Ibu dan Bapak (guru) yang saya banggakan, menteri boleh berganti, tapi ikhtiar kita semua dalam mendidik anak bangsa tak boleh terhenti. Masih banyak pekerjaan rumah, pemerintah yang harus ditunaikan bagi guru dan tenaga pendidik. Saya percaya itu semua akan dituntaskan. 

 

Mari kita lanjutkan perjuangan, beri dukungan pada komitmen pemerintah dalam membangun sekolah menyenangkan, serta jaga stamina raga, rasa dan cipta Ibu dan Bapak semua. Izinkan saya pamit sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, teriring rasa terima kasih, juga permohonan maaf tak hingga atas segala khilaf yang ada. Salam hormat saya untuk Ibu dan Bapak semua. Mari kita teruskan ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa ini. 

 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Jakarta, 27 Juli 2016

Anies Baswedan


Editor: Dani Hamdani 

 

 

 

Dani Hamdani
28-07-2016 07:29