Main Menu

Menteri Sofyan Djalil Harus Ubah Budaya Lelet BPN

Iwan Sutiawan
28-07-2016 12:55

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil (GATRAnews/Handika Rizki R/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Yanuar Prihatin, di Jakarta, Kamis (28/7), mengatakan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil harus mengubah budaya kerja aparatur Badan Pertanahan Nasional (BPN), yang dinilainya lambat dan bertele-tele.

"Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil harus merubah budaya kerja aparatur BPN yang dinilai lambat dan bertele-tele," kata Yanuar.

Berdasarkan fakta di lapangan, selama ini, lanjut Yanuar, lemahnya koordinasi di lingkungan BPN. Serta belum respeknya kepada masyarakat tidak mampu dalam pembuatan administrasi pertanahan.

"Memastikan bahwa agenda BPN bisa sejalan dengan lebih baik, program reformasi agraria berjalan, memiliki sikap tegas serta langkah konkrit untuk membenahi aparatur BPN di segala lini," katanya.

Kemudian, punya keberanian membenahi seluruh cara kerja dan mental pekerja BPN. "Tudingan miring mafia tanah, mafia sertifikat di lingkungan BPN harus bisa dijawab dengan benar dan diselesaikan oleh menteri yang baru," tuturnya.

"Kami menginginkan agar reshuffle ini ada perubahan cepat, terutama pada sektor yang berkaitan dengan ekonomi perdagangan, pelayanan birokrasi, dan manajemen pembangunan," ujarnya menambahkan.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief
Iwan Sutiawan
28-07-2016 12:55