Main Menu

Kenapa Ahok Tidak Langsung Ditahan, Ini Jawaban Polisi

Andhika Dinata
20-11-2016 09:28

Kepala Bagian Mitra Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Mabes Polri Kombes Awi Setiyono (Dok GATRAnews/istimewa)

Jakarta, GATRAnews - Setelah ditetapkan sebagai tersangka muncul banyak pertanyaan dari masyarakat kenapa gubernur non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak langsung ditahan? Kombespol Awi Setiyono, Kepala Bagian Mitra Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Mabes Polri, angkat suara.

 

Dalam diskusi bertajuk “Pasca Ahok Tersangka: Apa Kata Mereka” yang digelar di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat (18/11), mantan Kabag Humas Polda Metro Jaya itu menjelaskan penyidik kepolisian akan berpegang dan mengacu pada Pasal 21 KUHP yang mengatur sah atau tidak perlunya penahanan.

 

“Kenapa yang bersangkutan tidak dilakukan penahanan? Karena ada syarat subyektif dan obyektif yang harus kita penuhi,” ujar Ari Setiyono. Dasar Subyektif yang dimaksud, terang Awi harus adanya kebulatan penyidik untuk mengatakan hal tersebut mutlak suatu perbuatan pidana. Bila ada keragu-raguan berarti hal tersebut masih menjadi ruang perdebatan dan menjadi dasar subyektif untuk dilakukan atau tidaknya penahanan.

 

“Dari 39 saksi ahli ada yang mengatakan itu tidak termasuk pidana. Demikian juga dengan penyidik, hal itu masih debatable,” ungkapnya. Kemudian, alasan subyektif bahwa penyidik beranggapan tersangka Ahok masih dinilai kooperatif dengan aparatur penegak hukum, sehingga perintah penahahan belum menjadi keharusan.

 

“Yang bersangkutan tidak melarikan diri (dari proses hukum), sehingga antisipasinya kita sudah buatkan perintah pencekalan”.

 

Alasan subyektif lain karena mantan Bupati Belitung Timur itu sedang bergiat dan aktif dalam masa kampanye Pilkada DKI, sehingga secara moral dianggap punya pertanggungjawaban kepada publik dan konstituennya.

 

“Sebagai paslon dalam Pilkada DKI (Ahok) tentunya masih punya pertanggungjawaban moral kepada konstituen. Saat ini yang bersangkutan juga masih sebagai Gubernur non aktif”, jelas Awi.

 

Meski demikian, Kabag Mitra Biro Penmas Humas Polri itu menuturkan polri akan profesional untuk mengungkap dan membuat terang kasus tersebut.

 

“Kita akan terus jalankan proses hukum dengan baik, dalam satu bulan penyelidikan ini saja kami sudah melibatkan penyidik untuk memeriksa 27 saksi dan 39 saksi ahli”, pungkasnya.***


Reporter : Andhika Dinata
Editor: Dani Hamdani 

Andhika Dinata
20-11-2016 09:28