Main Menu

Habib Rizieq: Aksi 212 Berkat Pertolongan Allah

Andhika Dinata
05-12-2016 22:26

Habib Rizieq Shihab (ANTARA/Puspa Perwitasari/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Tak ada kata yang terlontar dari Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, selain “kagum”. Berulangkali Habib Rizieq mengucap syukur atas keberhasilan Aksi Bela Islam II dan III, yang digelar pada 4 November dan 2 Desember 2016 lalu. 

 

“Tidak ada seorang Habib, Syeikh, Ormas, apalagi parpol yang mampu mengumpulkan orang sebanyak itu dengan membela agama. Itu terjadi bukan lain karena pertolongan Allah,” ujarnya dalam tausiyah di hadapan ratusan anggota Front Pembela Islam (FPI) dan mujahid aksi bela Islam di bilangan kawasan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu lalu (4/12).

 

Bahkan Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI itu mengapresiasi perjuangan umat yang berpeluh keringat hanya semata menghadiri Aksi Bela Islam III yang bertajuk “Super Damai” itu. “Bayangkan dari Ciamis, Bandung, Bogor jalan kaki. Dan dari Jakarta malu ikutan jalan kaki juga,” ucap Habib Rizieq disambut tawa dan senyum hadirin.

 

Sebagai seorang pemegang komando dan tampuk kegiatan Aksi Bela Islam, Habib Rizieq menyebut energi umat yang tersalur dalam Aksi Bela Islam III--beken disebut sebagai aksi 212, lebih dahsyat dibanding dengan aksi bela Islam sebelumnya.

 

“Sampai saya punya istri ikutan malu karena bawa mobil akhirnya jalan kaki ke Monas, energi Ciamis luar biasa,” tutur pria jebolan Studi Fikih dan Ushul dari King Saud University, Arab Saudi itu.

 

Habib Rizieq menyebutkan meski ada penggembosan dan propaganda yang dilakukan oknum tidak bertanggungjawab untuk menghalangi keberlangsungan aksi 212 (termasuk menghalangi peserta aksi dari luar daerah dengan menyetop moda transportasi), sama sekali tidak menyurutkan langkah umat Islam untuk menghadiri tausiyah dan doa akbar di Monas tersebut. “Tidak ada kekuatan yang bisa menggembosi karena ini anugerah dan pertolongan Allah,” ungkap Habib Rizieq disambung gema Takbir dari peserta tausiyah.

 

Dirinya juga mengkalkulasi secara sederhana jumlah peserta aksi 411 (4 November) dan peserta aksi 212 (2 Desember). Dalam hitung-hitungannya, Habib Rizieq menyebutkan ditakar sejumlah 3,2 juta Umat hadir dalam aksi 411. Sedangkan pada aksi 212 jumlah peserta aksi yang hadir diperkirakan dua kali lipat atau mencapai 7,5 juta orang. “Dari aksi 411 yang kita pantau dari data KRL bahwa pada hari itu jumlah penumpang harian meningkat menjadi 400 persen”, ucap pria berusia 51 tahun itu.

 

Habib Rizieq menyebutkan bila norma standar penumpang yang menggunakan kereta api (KRL) ke Jakarta sejumlah 750 ribu penumpang, maka untuk aksi 411 diperkirakan jumlah penumpang meningkat hingga 3 juta orang. Dengan asumsi pengurangan penumpang standar ditambahi dengan peserta aksi yang berjalan kaki, bersepeda motor, mobil hingga angkutan udara, maka ditaksir massa aksi 411 sejumlah 3,2 juta orang.

 

“Sementara aksi 212 kemarin foto google maps (foto udara) menunjukkan kepadatannya lebih dari 2 kali lipat dari massa aksi 411,” tutur Habib Rizieq dalam tausiyah rutin bulanannya itu.


Reporter : Andhika Dinata

Editor: Dani Hamdani 

Andhika Dinata
05-12-2016 22:26