Main Menu

Habib Rizieq: Subhanallah, Presiden Hadir di Detik-detik Akhir

Andhika Dinata
05-12-2016 23:11

Habib Riziek dan Bachtiar Nasir (GATRA/Ardi Widi Yansah)Jakarta, GATRAnews - Dengan lantunan suara yang masih serak, Habib Rizieq Shihab menyampaikan tausiyah bulanannya di kediaman Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu lalu (4/12). Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu memberikan santapan rohani sekaligus membeberkan evaluasi terhadap Aksi Bela Islam III yang bertajuk super damai di Kawasan Monas, Jakarta, Jumat pekan lalu (2/12).

 

Hadir di kegiatan tersebut beberapa ulama, syaikh dan habaib, di antaranya: KH. Misbakhul Anam (Wakil Ketua GNPF MUI), Muhammad Al Khathath (Sekjen FUI), Habib Zakaria (Imam FPI Kalsel), H. Chaerul (FPI Solo), Ustad Ahmad Sobri Lubis (Ketum FPI), Munarman (Sekjen FPI) dan Dr. Sholeh Asegaf (Tim Medis Aksi Bela Islam).

 

Dalam tausiyah rutin yang dihadiri ratusan anggota FPI dan mujahid dari beberapa ormas Islam—yang ikut tergabung dalam Aksi Bela Islam—Habib Rizieq memantik beberapa hal yang tidak kalah menarik. Salahsatu hal yang tidak luput dari perhatian Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI itu yakni kehadiran Presiden RI Joko Widodo di penghujung akhir aksi yang ditutup dengan sholat Jumat berjamaah di bilangan Monas, Jakarta Pusat itu.

 

“Sampai hari Kamis (1/12) petinggi Islam termasuk MUI meminta Presiden ikut hadir di sholat Jumat. Tapi Presiden tidak mau hadir dibilangin itu orang-orang aliran keras. Intelijen bilang bahaya,” tutur Habib Rizieq.

 

Hingga Jumat pagi panitia GNPF belum memperoleh info rencana kehadiran Presiden dalam aksi yang disambung gelar sajadah bersama dan doa berjamaah itu.

 

Hingga pada Jumat siang, sebelum khatib naik mimbar, Habib Rizieq saat itu dia baru selesai menunaikan sholat sunnah.

 

Tiba tiba ia dibisiki bahwa Presiden Jokowi dan rombongan mendekat ke mimbar jamaah untuk mengikuti sholat bersama. Meski rintik hujan membasahi lapangan Monas yang menjadi lokasi sholat Jumat bersama.

 

Habib Rizieq mengaku kaget mendengar kabar tersebut, karena pada saat yang bersamaan dirinya didaulat menjadi Khatib Sholat Jumat, karena KH. Ma’ruf Amin (Ketua MUI) berhalangan hadir.

 

Subhanallah di detik-detik akhir Presiden mau hadir. Sampai menjelang Jumat KH. Ma’ruf Amin tidak bisa datang dan wakilnya juga tidak bisa datang,” terangnya di hadapan jamaah taklim. Habib Rizieq menyebutkan kehadiran Jokowi ditengah-tengah umat berada atas ijin Allah.

 

“Yang berlaku kehendak Presiden atau kehendak Allah? Siapa yang Maha Kuasa? Siapa yang Maha Kuat?. Datangnya pas sebelum khutbah dimulai, tidak ada rekayasa manusia,” tutur Habib Rizieq disambut riuh takbir peserta taklim.


Reporter : Andhika Dinata

Andhika Dinata
05-12-2016 23:11