Main Menu

FPI Besok Gelar Aksi 161 ke Mabes Polri Tuntut Pecat Kapolda Jabar

Andhika Dinata
15-01-2017 17:50

Jakarta, GATRAnews - Front Pembela Islam (FPI) besok, Senin (16/1/17) berencana kembali menggelar demontrasi dengan kode Jihad Aksi 161. Aksi kali ini merupakan gabungan elemen massa FPI Jabodetabek, Jawa Barat dan Banten, jumlahnya ditaksir 5 ribu orang lebih akan melakukan longmarch ke Markas Besar (Mabes) Polri di Trunojoyo, Jakarta Selatan.

 

Mesjid Al Azhar dijadikan titik kumpul massa yang sekaligus menjadi tempat digelarnya doa dan Sholat Dhuha bersama, sebelum berjalan kaki menuju Mabes Polri.

 

Aksi yang dipimpin oleh Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dan Panglima Laskar FPI Munarman itu, menuntut aparat untuk mencari dan menangkap aktor intelektual dan pelaku lapangan terhadap penyerangan anggota FPI pasca bentrokan FPI dengan LSM GBMI di Bandung, Jawa Barat, Jumat (12/1/17) lalu.

 

Dalam situs resminya, Front Pembela Islam (FPI) menuntut untuk menyetop kriminalisasi terhadap ulama, serta mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mencopot Inspektur Jenderal Anton Charliyan selaku Kapolda Jabar, yang dituding bertanggungjawab atas keteledorannya atas pecahnya insiden bentrok massa FPI dan GMBI, Jumat lalu (12/1).

 

Alasan lain FPI juga mendesak Kapolri mencopot Irjen Anton Charliyan karena menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Ormas GBMI tersebut.

 

 

Panggilan Jihad Aksi 161 bersama Habaib dan Ulama, ini digelar paskan bentrok FPI dengan LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) pimpinan Mohammad Fauzan Rahman (12/1). Insiden yang menyebabkan beberapa  anggota FPI terluka, dan satu (1) buah mobil rusak, terjadi setelah pemeriksaan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab di Markas Polda Jabar di Bandung.

 

Mengomentari tuntutan tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Mabes Polri, Brigjenpol Rikwanto menerangkan permintaan tersebut sah-sah saja selagi dilakukan dalam koridor hukum yang berlaku. “Silakan, itu kan wujud ketidakpuasan dan pendapat mereka,” ujarnya di Lapangan Silang Monas, Gambir (14/1).

 

Sementara itu Sekjen DPD FPI DKI Habib Novel Bamukmin menyatakan Aksi 161 sebagai aksi unjuk rasa damai. “Aksi damai kita besok,” ujar Novel dalam pesan singkat kepada GATRA News.

 

Novel menyebutkan aksi gelombang massa 161 bisa saja meningkat mengingat adanya partisipasi ormas FPI dari luar daerah, dan Ormas Islam lain yang juga turut bergabung. “Kita persiapan seperti biasa. (Rencana) gabung dengan ormas lain,” tuturnya.

 

Meski demikian ia belum bisa memastikan apakah nanti Kapolri Tito Karnavian akan turut menerima petinggi FPI tersebut dalam pemaparan orasinya. “Wah, Kapolri nggak tau, mau temuin kami atau tidak,” katanya lagi.

 

Usai digelarnya Aksi Bela Islam 411 dan 212, Habib Rizieq diketahui mendapat pelaporan beruntun dari banyak kalangan dan lintas ormas. Pada 27 Oktober 2016, Sukmawati Soekarnoputri melaporkan Habib Rizieq ke Bareskrim Polri, atas video ceramahnya pada 2014 yang diduga memuat tindak pidana terhadap penodaan Pancasila.

 

Pada 26 Desember, giliran Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) melaporkan Rizieq ke Polda Metro Jaya lewat aduan dugaan penistaan agama melalui media elektronik. Selain itu Rizieq juga disebut-sebut akan kembali dipolisikan lewat kasus “Sampurasun” atas dugaan penghinaan budaya Sunda yang sempat menguap pada penghujung 2015 lalu.

 

Habib Rizieq berkali-kali membantah hal tersebut dan menyebutkan beruntunnya laporan ke polisi merupakan salah satu bentuk kriminalisasi terhadap dirinya.


 

Reporter : Andhika Dinata
Editor : Dani Hamdani

 

 

Andhika Dinata
15-01-2017 17:50