Main Menu

Genderang Perang Trump

Dani Hamdani
30-01-2017 15:49

Jakarta, GATRAnews - "America first" menjadi mantra baru dari setiap arah kebijakan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump. Dalam pidato pelantikannya sebagai Presiden Amerika Serikat ke-35 pada Jumat, 20 Januari lalu, Trump secara terbuka langsung menabuh genderang perang kepada banyak negara dengan sinyal dan artikulasi yang kuat. 

 

"Setiap keputusan mengenai perdagangan, perpajakan, keimigrasian, dan persoalan luar negeri akan ditentukan untuk keuntungan para pekerja dan keluarga Amerika Serikat," katanya. Sebelum mantra baru arah kebijakan itu diserukan, Trump mendiskripsikan berbagai keterpurukan yang dialami Amerika. 


Kontras kesuksesan hidup kalangan politisi dibandingkan dengan kondisi yang dialami kelas pekerja diekspose kuat. Namun menurut Trump, berbagai kemenangan dan kejayaan mereka bukan menjadi milik rakyat. Karena itulah, Trump ingin agar suara orang-orang yang selama ini dikesampingkan tidak akan dilupakan lagi. 

 

Ekonomi Amerika Serikat dan Tiongkok (Dok Majalah GATRA, 27 Januari 2017)
Ekonomi Amerika Serikat dan Tiongkok (Dok Majalah GATRA, 27 Januari 2017)

Trump berjanji tidak akan membiarkan hak-hak publik warga negara seperti pendidikan yang berkualitas, keamanan bertetangga antar-keluarga, dan pekerjaan yang baik justru tidak lagi dirasakan warga Amerika. Ia mengkritik munculnya ketimpangan realitas seperti kemiskinan di jantung kota, pabrik-pabrik berkarat bak batu nisan di kuburan, sistem pendidikan yang buruk, merajalelanya kejahatan, geng, dan obat-obatan terlarang yang merenggut banyak jiwa.  


Ia pun bertekad, apa yang disebutnya sebagai ''pembataian'' atas orang Amerika dihentikan "di sini, dan saat ini juga." Mantan raja properti itu juga mendefinisikan siapa saja musuh Amerika yang dinilai telah membuat produk yang semestinya dibuat di Amerika, mencuri perusahaan Amerika, dan menghancurkan pekerjaan orang Amerika.

 

Untuk mewujudkan kembali mimpi, menciptakan kesejahteraan, mengembalikan pekerjaan, Trump bertekad membangun kembali negara dengan tangan-tangan dan pekerja Amerika. 

 

Ekonomi Amerika Serikat dan Jepang (Dok Majalah GATRA, 27 Januari 2017)
Ekonomi Amerika Serikat dan Jepang (Dok Majalah GATRA, 27 Januari 2017)

Ada dua aturan sederhana yang menurut Trump harus diikuti, yakni: "Buy American and hire American." Dengan kata lain, membeli produk buatan Amerika dan memperkerjakan pekerja Amerika menjadi modus operandi utama bagaimana janji besar Trump selama kampanye ''Make America Great Again'' harus menjadi perhatian kalangan eksekutif, legislatif, yudikatif, pebisnis, investor, rakyat Amerika, serta semua negara dan korporasi yang memiliki kepentingan bisnis dengan Amerika. 

 

Trump Wujudkan Janji Kampanye


Para investor dan pebisnis nampaknya tidak membutuhkan waktu lama untuk menantikan keseriusan realisasi janji-janji kampanye Trump. Pada hari pertama di Gedung Putih, di hadapan para CEO, Trump menegaskan kembali akan memberi kemudahan kepada para pebisnis yang mau berinvestasi dan membuka lapangan kerja di AS. Ia menjanjikan pemangkasan regulasi dan pajak secara massif. Pajak korporasi akan diturunkan dari 35% menjadi 15% hingga 20%. 


Seiring dengan itu, Trump menegaskan tidak segan menerapkan pajak tinggi pada produk-produk impor atau perusahaan yang memindahkan pabriknya keluar dari AS. "Yang mesti Anda lakukan adalah tetap di sini," Trump menandaskan, seperti dikutip dari BBC, Senin lalu. Ada 12 pemimpin bisnis yang hadir, di antaranya dari perusahaan Dow Chemical, Lockheed Martin, Under Armour, Whirlpool, Tesla, dan Johnson & Johnson. 

 

Ekonomi Amerika Serikat dan Jerman (Dok Majalah GATRA, 27 Januari 2017)
Ekonomi Amerika Serikat dan Jerman (Dok Majalah GATRA, 27 Januari 2017)

Usai bertemu dengan pemimpin bisnis, Trump bertemu dengan para pimpinan pekerja di AS. Melalui dua pertemuan itu, Trump menegaskan kembali garis kebijakannya yang tidak ingin lapangan kerja di AS terampas oleh perusahaan yang membuat produknya di luar Amerika namun memasarkannya untuk konsumen Amerika. 


Untuk kepentingan itu, pada akhir bulan ini Trump berencana bertemu dengan PM Kanada Justin Trudeau dan Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto untuk membahas Kesepakatan Perdagangan Bebas Amerika Utara (North American Free Trade Agreement -NAFTA). Trump menilai pakta perdagangan dengan Kanada dan Meksiko membuat lapangan kerja di AS terampas. 


"Kami akan merenegosiasi terkait NAFTA. Terutama pada imigrasi dan keamanan perbatasan," kata Trump usai melantik penasihat utama Gedung Putih, hari Minggu, 22 Januari. Selama kampanye pilpres 2016, ia berencana untuk membangun tembok perbatasan untuk meminimalkan imigran ilegal dari Meksiko. Ia juga mendesak Meksiko membayar untuk imigran ilegal yang masuk. NAFTA yang dibentuk pada 1994, kini disorot oleh rakyat AS karena dinilai merugikan ekonomi domestik. 

 

Ekonomi Amerika Serikat dan Inggris (Dok Majalah GATRA, 27 Januari 2017)
Ekonomi Amerika Serikat dan Inggris (Dok Majalah GATRA, 27 Januari 2017)

 

Perintah Eksekutif Trump 

 

Selain meyakinkan pebisnis dan pekerja, pada hari pertama bekerja sebagai presiden, Trump tanpa harus menunggu persetujuan Kongres langsung merealisasikan janjinya terkait pemutusan hubungan AS dari Kemitraan Trans-Pasifik (Trans-Pacific Partnership -TPP). Penandatanganan surat perintah eksekutif keluar dari TPP itu dilakukan Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, Senin lalu. 

 

Berikut beberapa kebijakan Presiden Trump yang telah ia teken dalam waktu sepekan setelah duduk di Gedung Putih: 

1. Perintah kepada badan-badan federal untuk meringankan "regulasi yang membebani" dari ObamaCare. Ia memerintahkan lembaga untuk "membebaskan, menunda, memberikan pembebasan dari, atau menunda pelaksanaan ketentuan atau persyaratan" ObamaCare yang membebankan "beban fiskal pada setiap negara bagian atau biaya, fee, pajak, denda, atau aturan yang membebani individu, keluarga, penyedia layanan kesehatan, asuransi kesehatan, pasien, penerima pelayanan kesehatan, pembeli asuransi kesehatan, atau pembuat perangkat medis, produk, atau obat-obatan". 

2. Perintah paksa pembekuan perekrutan untuk beberapa pekerja pemerintah federal sebagai cara untuk mengecilkan ukuran pemerintah. Ini tidak termasuk militer, seperti Trump catat saat penandatanganan. 

Ekonomi Amerika Serikat dan Rusia (Dok Majalah GATRA, 27 Januari 2017)
Ekonomi Amerika Serikat dan Rusia (Dok Majalah GATRA, 27 Januari 2017)

3. Dia menandatangani pemberitahuan bahwa AS akan mulai menarik diri dari kesepakatan perdagangan Trans-Pacific Partnership. Langkah ini akan berdampak besar bagi pekerja Amerika. 

4. Perintah untuk mengembalikan apa yang disebut "Kebijakan Mexico City" -larangan penggunaan dana federal untuk kelompok internasional yang melakukan aborsi atau melobi untuk melegalkan atau mempromosikan aborsi. Kebijakan itu dilembagakan pada 1984 oleh Presiden Reagan, namun efeknya tergantung partai yang berkuasa di Gedung Putih. 

5. Dua perintah menghidupkan kembali jalur pipa Keystone XL dan jalur pipa Dakota Access. Ia juga meneken tiga perintah lainnya, yakni akan mempercepat proses perijinan lingkungan untuk proyek-proyek infrastruktur terkait dengan jaringan pipa; perintah ke Departemen Perdagangan untuk merampingkan proses perizinan manufaktuf; dan memberikan Departemen Perdagangan waktu 180 hari untuk memaksimalkan penggunaan baja AS di jalur pipa itu. 


GA Guritno, Anthony Djafar, Jennar Kiansantang, Andi Anggana

Laporan Utama, Majalah GATRA, no 13 tahun XXIII, Beredar Kamis, 26 Januari 2017

 

 

Dani Hamdani
30-01-2017 15:49