Main Menu

Hitungan Untung - Rugi Ultimatum Freeport

Averos Lubis
22-02-2017 23:17

Jakarta, GATRAnews - Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM, Fahmy Radhi menjelaskan hitung-hitungan untung-rugi Ultimatum Freeport kepada pemerintah Indonesia menunjukkan, bahwa Richard C Adkerson hanya gertak sambal (menakut-nakuti). Fahmi memperlihatkan semakin merosotnya harga saham McMoRan Copper & Gold Inc di Bursa New York (FCX).

 

Dua tahun lalu, lanjutnya, harga saham FCX masih  bertengger sekitar US$ 62 per saham. Pada perdagangan akhir Desember 2015, harga saham FCX terpuruk menjadi US$ 8,3 per saham.

 

Pada Januari 2016 turun lagi menjadi US$ 3,96 per saham. “Salah satu penyebab sentimen penurunan harga saham FCX adalah tidak adanya kepastian perpanjangan KK Freport dari pemerintah Indonesia (pasca 2021),” tuturnya, Rabu (22/2).


Menurut Fahmy, penerapan ancaman Freeport itu dapat lebih memperpuruk harga saham FCX. Bahkan, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan penurunan harga saham FCX yang berkelanjutan akan memicu kebangkrutan McMoRan Copper & Gold Inc.

 

“Tentunya direksi dan pemegang saham tidak menghendaki kebangkrutan benar-benar menimpa McMoRan Copper & Gold Inc,” ucapnya.



Maka berdasarkan hitung-hitungan itu, kecil kemungkinan bahwa Freeport akan menerapkan acaman yang sudah ditebar. Menurutnya, ultimatum Freeport itu tidak lebih dari gertak sambal. “Tapi tetap harus dilawan oleh seluruh komponen bangsa Indonesia,” Fahmy menjelaskan.


Reporter : Averos Lubis
Editor: Dani Hamdani    






Averos Lubis
22-02-2017 23:17