Main Menu

PBNU Kutuk Serangan Bom Kampung Melayu

Tian Arief
25-05-2017 17:42

Penyisiran TKP diduga Ledakan bom di terminal kampung melayu. (GATRAnews/Adi Wijaya/AK9)

Jakarta, GATRAnews - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan mengutuk aksi serangan bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu malam (24/4), yang menimbulkan korban jiwa. "PBNU mengutuk keras dan mengecam segala tindakan kekerasan dan terorisme, apa pun motifnya," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (25/5).

Atas nama PBNU, KH Said juga menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang dialami. PBNU mendukung langkah-langkah aparat keamanan untuk mengusut tuntas motif, pola, serta gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut.

KH Said menyebutkan, PBNU meminta semua pihak untuk menghentikan segala spekulasi yang bisa memperkeruh peristiwa ini, dan mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada aparat keamanan.

"Kita mendukung aparat keamanan, salah satunya dengan cara tidak ikut-ikutan menyebarkan isu, gambar korban, dan juga berita yang belum terverifikasi kebenarannya, terkait peristiwa ini," kata Said, seperti dilaporkan Antara.

Untuk itu, ia mengajak seluruh warga Indonesia untuk bersatu padu menahan diri, tidak terprovokasi, serta terus menggalang solidaritas kemanusiaan, sekaligus menolak segala bentuk kekerasan. "Jika mendapati peristiwa sekecil apa pun yang menjurus pada radikalisme dan terorisme, segera laporkan ke aparat keamanan," pesannya.

Said mengungkapkan, gerakan radikalisme sudah sedemikian merajalela, sehingga diperlukan penanganan khusus yang intensif dari pelbagai pihak, terutama aparat keamanan.

"Nahdlatul Ulama mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas serta cepat terkait penanganan dan isu radikalisme. Langkah ini harus ditempuh sebagai bagian penting dari upaya implementasi dan kewajiban negara untuk menjamin keamanan hidup warganya," tuturnya.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
25-05-2017 17:42