Main Menu

Macet Arus Balik di Banyumas Gara-gara Pasar Tumpah & Perlintasan Kereta Api

Nur Hidayat
28-06-2017 23:03

Kendaraan mengantri di pintupelintasan kereta api (GATRAnews/Ridlo Susanto/yus4)

Banyumas, GATRAnews – Lalu lintas di sejumlah ruas jalur tengah dan selatan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah tersendat dan merayap hingga puluhan kilometer. Selain disebabkan peningkatan volume kendaraan pada H4 lebaran ini, kendaraan juga terhambat pasar tumpah dan perlintasan kereta api.

“Pasar tumpah yang berdekatan dengan perlintasan kereta api di beberapa ruas Jalur tengah dan selatan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengan menyebabkan lalu lintas tersendat,” kata Kepala Bidang Rekayasa dan Prasarana Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Banyumas, Hermawan, Rabu (28/6).

Dia mengungkapkan, akibat peningkatan volume itu, kendaraan merayap hingga puluhan kilometer antara ujung timur Kabupaten Banyumas di Perbatasan Kebumen hingga Perempatan Buntu di jalur tengah. Kemudian, kendaraan kembali tersendat antara Sampang hingga Wangon di ujung barat Kabupaten Banyumas.

Kemacetan juga terjadi di Pasar Jatilawang Kecamatan Jatilawang di Jalur Selatan. Hermawan menjelaskan, kemacetan disebabkan oleh adanya pasar tumpah yang terjadi di Tambak dan Sampang. Di tambah lagi, pasar tersebut berdekatan dengan perlintasan kereta api yang sering ditutup karena meningkatnya jumlah kereta yang melintas karena ada kereta tambahan.

Selain itu, volume kendaraan memang sedang tinggi, mulai H2 Senin kemarin. “Ada antrean karena di Jatilawang ada Pasar tumpah. Dan juga di situ ada perlintasan kereta di Sampang. Itu, mengingat lebaran kan kereta lebih banyak. Tiap 15 menit lewat sehingga akhirnya sering buka tutup pintu. Jadi di Sampang, terhambat perlintasan sebidang,” jelasnya.

Hermawan menjelaskan, pelintas yang kini memenuhi jalanan di Kabupaten Banyumas merupakan kendaraan denga rute domestik. Kebanyakan dari pengguna jalan adalah masyarakat yang bersilaturahmi dan akan berwisata. Dia memprediksi puncak arus balik bakal terjadi akhir pekan ini.

"Kalau di sana, kepadatan kendaraannya yang memang luar biasa. Karena untuk Tambak-Sumpyuh bisa dihindari (dengan jalur lingkar). Kalau di Tambak memang ada pasarnya,” jelas Saptono, Rabu (28/6).

Lebih lanjut Hermawan mengemukanan, kemacetan juga terjadi di jalur tengah penghubung Pantura dengan jalur selatan antara Kabupaten Banyumas dengan Kabupaten Brebes. Rayapan kendaraan terdeteksi di Ajibarang hingga Pekuncen.

Selain volume kendaraan yang tinggi, kata Saptono, laju kendaraan tak bisa dipacu dengan kecepatan normal karena jalur sempit. Dan itu terjadi hingga Cilongok dan Purwokerto. Kata Saptono, ruas antara Ajibarang menuju Wangon juga tersendat. Itu disebabkan karena ada aktivitas pasar Aijbarang dan Wahana Wisata Air Dreamland yang menyebabkan kendaraan terhambat. Namun, dia mengklaim kendaraan tak sampai berhenti total.

Saptono menambahkan, untuk mengantisipasi kemacetan lebih parah, pihaknya menerjunkan petugas di sepanjang ruas arteri mulai perbatasan Kebumen, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap dan Brebes.

Selain itu, di perempatan ramai, seperti di Buntu, Tambak dan Ajibarang diberlakukan rekayasa traffic dengan hitungan 80 detik untuk arus kendaraan dari timur dan barat, 20 detik untuk kendaraan dari selatan dan utara. Dia mengklaim, dengan cara itu, rayapan kendaraan secara efektif berkurang.


Reporter: Ridlo Susanto

Editor: Nur Hidayat

Nur Hidayat
28-06-2017 23:03