Main Menu

Demokrat Minta Pelapor Putra Jokowi Berikan Bukti Kuat

Wem Fernandez
05-07-2017 16:09

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan (Dok Gatra/Dharma Wijayanto/AK9)

Jakarta,GATRAnews - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan, meminta pihak kepolisian tetap memproses laporan pidana terhadap putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep. Kaesang dilaporkan warga bernama Muhammad Hidayat dengan dugaan menyebar kebencian atau SARA melalui Yuotube. 

 

“Oh iya dong (Polisi harus memproses laporan Muhammad) harus begitu dong,” tegas Syarief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (6/7). 

 

Tidak ada yang istimewa di mata hukum. Meski yang bersangkutan adalah putra dari orang nomor satu di republik ini, Syarief meminta kepolisian tetap memproses laporan tersebut. 

 

Mantan Menteri Koperasi dan UKM juga meminta pelapor memberikan bukti yang kuat atas laporan tersebut, sebaliknya pihak terlapor harus siap menghadapinya. 

 

“Pada dasarnya kan semua orang yang merasa terganggu punya hak untuk melaporkan. Dan di sisi lain semua warga negara harus taat kepada hukum. Jangan melihat siapa, jangan melihat itu anak Presiden. Jadi yang melapor itu harus memberikan bukti yang kuat, kalau memang ada, nah yang dilaporkan harus menghadapi, itu aja,” ujar dia. 

 

Informasi yang dihimpun, laporan itu tertuang dalam LP/1049/K/VII/2017/SPKT/Restro Bekasi Kota. Adapun kata-kata yang diperkarakan adalah adu domba, mengkafir-kafirkan orang serta tidak ingin mensalatkan seseorang karena berbeda pilihan. Video #BapakMintaProyek yang diunggah sebagaimana dilihat GATRAnews, Rabu petang ini berdurasi dua menit 40 detik. 

 

Awalnya menampilkan Kaesang yang seolah-olah berbicara dengan sang ayah via sambungan telepon. Kaesang meminta Jokowi untuk memberikan proyek karena bosan sebagai youtuber. Permintaan itu tentu saja ditolak oleh ayahnya. 

 

“Emangnya masih jaman minta proyek sama orang tua di pemerintahan, dasar ndeso,” ujar Kaesang. Selanjutnya menampilkan tayangan anak-anak yang meneriakan kata-kata tak pantas terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Bagi Kaesang tak pantas diumur seperti itu sudah ditanamkan kebencian terhadap orang lain padahal mereka adalah generasi penerus bangsa. 

 

Selanjutnya Kaesang memberikan pesan moral agar anak bangsa saling bekerja sama dan bukannya menjelek-jelekkan orang lain. 

 

“Kita harus kerja sama, bukannya saling menjelek-jelekkan orang lain, mengadu domba, mengkafir-kafirkan apalagi kemarin yang gak mau mensolatkan karena berbeda memilih pemimpin? Apaan coba? Dasar Ndeso.” Kata-kata terakhir dari Kaesang inilah yang dilaporkan oleh Muhammad. 


 

 

 

Reporter : Wem Fernandez  

Wem Fernandez
05-07-2017 16:09