Main Menu

Disebut Terima Uang e-KTP, KPK Periksa Marzuki Alie

Iwan Sutiawan
06-07-2017 12:14

Mantan Anggota DPR RI Marzuki Alie (GATRA/Ardi Widi Yansah/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Ketua DPR RI, Marzuki Alie, sebagai saksi kasus korupsi e-KTP di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang membelit tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong.



"Mantan Anggota DPR RI, Marzuki Alie, saksi tersangka AA [Andi Agustinus alis Andi Narogong]," kata Febri Diansyah, juru bicara KPK, di Jakarta, Kamis (6/7). 

Jaksa penuntut umum KPK dalam surat tuntutan terhadap Irman dan Sugiharto meyakini ada aliran dana kepada Marzuki sesuai keterangan saksi yang didukung bukti petunjuk, di antaranya Muhammad Nazaruddin dan Winata Cahyadi, serta terdakwa Irman dan Sugiharto.

Irman dan Sugiharto saat menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa, menyampaikan bahwa Marzuki marah-marah karena jatah uang untuknya sangat kecil. Dalam catatan penyaluran uang, Marzuki akan diberikan Rp 20 milyar.

Marzuki yang sudah tiba memenuhi panggilan KPK pagi tadi sempat membantah menerima uang dari proyek e-KTP. "Enggak ada, eggak ada," ucapnya.

Selain itu, Marzuki juga mengaku tidak mengenal Andi Narogong ataupun bertemu dengan dia. "Enggak pernah, tidak pernah. Tidak kenal [Andi Narogong]," ujarnya.

Namun politikus Partai Demokrat itu enggan memberikan keterangan lebih lanjut dan berjanji akan memberikan pernyataan setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK. "Nanti saja, nanti saja," katanya.

KPK menetapkan Andi Narogong sebagai tersangka karena diduga bersama-sama dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, serta pihak lainnya melakukan perbuatan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi dalam proyek e-KTP di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Atas ulah mereka dan pihak lainnya yang dinyatakan bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi tersebut, negara mengalami kerugian keuangan atau ekonomi sekitar Rp 2,3 trilyun dari proyek senilai Rp 5,9 trilyun.

KPK menyangka Andi melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 KUHP.

Untuk mengusut kasus ini, KPK telah memeriksa sejumlah saksi dan menyita sejumlah dokumen hingga dua mobil mewah, yakni Toyota Vellfire dan Land Rover, dari penggeledahan di sebuah rumah di Tebet yang ditempati Inayah, perempuan berparas cantik yang disebut-sebut sebagai istri siri Andi Narogong.

Penyidik juga mencegah Inayah, Raden Gede, dan Ketua DPR RI Setya Novanto bepergian ke luar negeri. Mereka dicegah selama 6 bulan untuk tersangka Andi Narogong demi kepentingan penyidikan, agar ketika dipanggil untuk dimintai keterangan, mereka tidak sedang berada di luar negeri.


Reporter: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
06-07-2017 12:14