Main Menu

Uni Eropa Siapkan Amunisi Perang Dagang Dengan AS

Hendri Firzani
09-03-2018 11:34

Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker (REUTERS/Dado Ruvic/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Respon tegas langsung dikeluarkan oleh Uni Eropa atas aksi Trump menetapkan tarif impor baja dan aluminium. Uni Eropa rencananya akan menerapkan tarif 25% pada impor AS ke benua biru senilai US$ 3,5 milyar. Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker, pada Kamis lalu mengatakan tarif Trump itu adalah ''intervensi terang-terangan untuk melindungi industri dalam negeri AS dan tidak didasarkan pada pembenaran keamanan nasional manapun. Proteksionisme tidak dapat menjadi jawaban atas masalah umum kita di sektor baja.''

 

Juncker menambahkan bahwa tindakan yang akan diambil oleh blok Uni Eropa akan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Ia juga mengatakan bahwa pihaknya bersiap untuk membalas dengan menargetkan tarif impor pada Harley-Davidson, bourbon, dan celana jins Levi's.

Mendengar reaksi keras dari UE, Trump tidak gentar. Trump justru akan mengenakan pajak atas impor mobil Eropa ke AS sebagai balasan jika pejabat Eropa mengenakan pajak pada perusahaan-perusahaan Amerika. ''Jika UE ingin meningkatkan tarif dan hambatan mereka yang sudah masif di perusahaan AS yang melakukan bisnis di sana, kami hanya akan menerapkan pajak atas mobil mereka yang secara bebas masuk ke AS,'' tulis Trump di Twitternya.

Negara anggota Uni Eropa yang lain seperti Jerman sangat menyayangkan sikap Trump.
Steffen Seibert juru bicara kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa pemerintah menolak tarif tersebut. ''Tindakan tersebut dapat menyebabkan perang perdagangan global yang tidak diminati siapapun,'' katanya.

Melalui WTO, presiden Federasi Baja Jerman Hans Jurgen Kerkhoff meminta agar Uni Eropa mengambil tindakan. ''Langkah-langkah itu jelas melanggar peraturan Organisasi Perdaganan Dunia. Jika UE tidak bereaksi, industri baja kita akan membayar tagihan untuk proteksionisme AS,'' katanya. Ekspor baja Jerman ke AS menempati urutan kelima dengan nilai US$ 1,8 milyar pada tahun 2017 lalu.

Negara-negara yang terkena dampak paling parah oleh tarif usulan Trump adalah Kanada, Korea Selatan, Meksiko, Brasil dan Jerman yang menyumbang setengah lebih dari impor baja AS. Selain itu AS merupakan pasar yang substansial bagi industri baja Cina. Negeri Panda ini pada 2017 lalu menempati urutan ke-10 pemasok baja ke AS dengan nilai US$ 1 milyar.

Tidak heran jika Cina bereaksi keras namun terukur. Juru bicara Kongres Rakyat Cina Zhang Yesui mengancam akan melakukan pembalasan terhadp usulan tarif baru itu. ''Cina tidak menginginkan perang dagang dengan negara-negara yang tidak didukung, namun kita sama sekali tidak akan duduk diam dan melihat bahwa kepentingan Cina rusak,'' katanya seperti dikutip BBC.

''Jika kebijakan dibuat berdasarkan penilaian atau asumsi yang keliru, ini akan merusak hubungan bilateral dan menimbulkan konsekuensi yang tidak ingin dilihat oleh kedua negara,'' lanjutnya.

Pernyataan Yesui itu ditimpali oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Hua Chunying. ''Cina mendesak AS untuk menahan diri dalam menggunakan alat proteksi perdagangan,'' katanya.

Sedangkan wakil ketua Asosiasi Besi dan Baja Cina Li Xinchuang merespon usulan tarif impor tersebut dengan keras. ''Saya merasa keputusan Trump itu bodoh. Ini hanya akan membuat industri baja AS, yang sudah 10 tahun di belakang Cina lebih banyak tertinggal,'' katanya kepada The New York Times.


Reporter: Hendry Roris dan Putri Kartika

Editor: G.A. Guritno

Hendri Firzani
09-03-2018 11:34