Main Menu

Sah, Perry Warjiyo Jadi Gubernur BI

didi
28-03-2018 20:25

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (ANTARA/Puspa Perwitasari/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Komisi XI DPR RI akhirnya memutuskan untuk menunjuk Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI)‎ periode 2018-2023. Keputusan itu diputuskan secara musyawarah mufakat oleh 36 anggota DPR yang hadir dalam acara fit and proper test orang nomor satu di bank sentral Indonesia tersebut.

"(lewat proses) Musyawarah mufakat semua setuju. Semua anggota Komisi XI DPR menyetujui Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI," kata Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Markus Mekeng, di Jakarta, Rabu (28/3).

Setelah adanya penetapan Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI yang baru untuk menggantikan Agus Martowardojo, Melchias mengatakan, maka keputusan itu akan dibawa ke rapat paripurna DPR pada Selasa, 3 April 2018.

"Nanti pada Selasa mendatang sudah di Paripurna. Itu yang akan kami bawa setelah ada keputusan ini," jelas Melchias.

Melchias menambahkan, selain Perry, Komisi XI DPR juga memutuskan Dody Budi Waluyo menjadi Deputi Gubernur BI yang baru. Pemilihan Dody, dikarenakan sosoknya sangat senior‎, sehingga dia dipilih oleh Komisi XI.

‎Dengan terpilihnya Gubernur BI dan Deputi‎ Gubernur BI yang baru, Melchias menjelaskan, Komisi XI DPR mengharapkan keduanya bisa menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi bisa menjadi lebih baik.

Perry Warjiyo merupakan kelahiran Sukoharjo, 25 Februari 1959. Perry mengenyam pendidikan di SD Negeri Gawok, Sukoharjo, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri Gatak, Sukoharjo dan SMA Negeri 3 Surakarta. Selanjutnya, ia mengenyam pendidikan strata 1 dengan gelar Sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.

Kemudian, dirinya melanjutkan pendidikan magister di Department of Economics, Iowa State University, AS dengan gelar Master of Science (MSc), lulus tahun 1989. Selanjutnya, ia menempuh pendidikan doktoral di universitas yang sama, spesialisasi moneter dan ekonomi internasional dengan gelar PhD, lulus tahun 1991.

Perry memulai kariernya di bank sentral pada 1984. Jabatan pertamanya adalah staf desk penyelamatan kredit, urusan pemeriksaan, dan pengawasan kredit. Pada 1992-1995, Perry menjabat Staf Gubernur BI. Setelah itu, pada 1998, Perry menjabat Kepala Biro Gubernur.

Pada 2001, Perry diangkat sebagai project leader Unit Khusus Program Transformasi BI. Pada 2003, ia menjabat Direktur Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan. Setelah itu, pada 2005-2007, Perry menjabat Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI.

Pada 2007-2009, Perry menerima penugasan di Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai Direktur Eksekutif South East Asia Voting Group (SEAVG). Dalam jabatannya tersebut, Perry mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam SEAVG.

Perry diangkat sebagai Deputi Gubernur BI berdasarkan Keputusan Presiden 28/P Tahun 2013. Ia secara resmi memulai jabatannya sejak 15 April 2013 untuk masa jabatan 2013–2018.

Sedangkan Dody Budi Waluyo merupakan kelahiran Jakarta pada tahun 1961. Ia merupakan lulusan Pendidikan Ekonomi Studi Pembangunan pada tahun 1980 di Universitas Indonesia. Pada tahun 1995, Dody melanjutkan pendidikan maternya di University of Colorado, USA.

Dody memulai karirnya di Bank Indonesia pada tahun 1988, dan selama berkarir Dody telah menunjukkan prestasi yang gemilang, ia juga terlibat dalam berbagai penugasan internasional. Pada tahun 2010-2012, Dody bertindak sebagai anggota Working Group G20, BIS, IMF, dan World Bank, di Bidang Moneter dan Keuangan.



Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Hendri Firzani 

didi
28-03-2018 20:25