Main Menu

Puisi Kontroversi Dilaporkan Ke Polisi, Sukmawati Akhirnya Minta Maaf

Hendri Firzani
04-04-2018 15:35

Sukmawati Soekarnoputri saat jumpa pers di kawasan Cikini,Jakarta Pusat, Rabu (4/11). (GATRA/Dara Purnama/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Sukmawati  Soekarnoputri akhirnya memberikan klarifikasi dan permohonan maaf atas puisi bertajuk "Ibu Indonesia" yang dibacakannya pada saat acara 29 tahun Anne Avantie Bekarya di ajang Indonesian Fashion Week 2018. Puisi tersebut memantik reaksi dari beberapa pihak yang kemudian melaporkan Sukma ke polisi atas dugaan penistaan agama. 

 

Putri Presiden pertama RI Soekarno itu mengatakan bahwa puisi Ibu Indonesia yang dibacakannya sudah sesuai dengan tema dari acara pagelaran busana yakni 'Cultural Identity'. "Semata-mata puisi itu adalah pandangan saya sebagai seniman dan budayawati serta murni merupakan karya sastra Indonesia," kata Sukma pada saat jumpa pers di kawasan Cikini,Jakarta Pusat, Rabu (4/11).

 

Dalam jumpa pers yang dikawal ketat oleh aparat kepolisian dari Polres Jakarta Pusat itu Sukma mengatakan bahwa dia tidak memiliki niat sama sekali untuk menghina umat Islam di Indonesia melalui puisi Ibu Indonesia. Apalagi dirinya juga adalah seorang muslimah. 

"Saya sendiri bersyukur dan bangga dengan keislaman saya, putri seorang proklamator Bung Karno yang dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah dan juga tokoh yang mendapatkan gelar dari Nahdlatul Ulama sebagai Waliyul Amri Ad dharuri bi Assyaukah atau pemimpin pemerintahan di masa darurat yang kebijakan-kebijkannya mengikat secara de facto dengan kekuasaan penuh," katanya.

 

Sukma juga mengatakan bahwa puisi Ibu Indonesia adalah salah satu puisi yang ia tulis dan menjadi bagian dari Buku Kumpulan Puisi Indonesia yang telah diterbitkan pada 2006. Puisi itu menurutnya ditulis sebagai refleksi atas keprihatinannya tentang rasa wawasan kebangsaan. "Jadi puisi saya rangkum semata-mata untuk menarik perhatian anak-anak bangsa untuk tidak melupakan jati diri Indonesia asli," katanya.

 

Puisi tersebut lanjut Sukma juga ia tulis sebagai bentuk upaya mengekspresikan diri melalui suara kebudayaan yang sesuai dengan tema acara. "Saya pun tergerak oleh cita-cita untuk semakin memahami masyarakat Islam nusantara yang berkemajuan sebagaimana cita-cita Bung Karno. Dalam hal ini Islam bagi saya begitu agung, mulia dan indah," katanya.

Puisi Ibu Indonesia kata Sukma juga merupakan bentuk penghormatan dirinya kepada Ibu Pertiwi Indonesia yang sangat kaya dengan tradisi kebudayaan dalam susunan masyarakat Indonesia yang berbhineka namun tetap tunggal ika. "Karena karya sastra puisi Ibu Indonesia telah memantik kontroversi di berbagai kalangan baik pro dan kontra khususnya kalangan umat Islam, maka  dari lubuk hati paling dalam saya mohon maaf lahir dan batin kepada umat Islam Indonesia khusunya yang merasa tersinggung dan berkeberatan dengan puisi Ibu Indonesian," katanya sembari menitikkan air mata.

 

Dalam kesempatan yang sama, Sukma juga menyampaikan permohonan maaf kepada Anne Avantie beserta keluarganya. Dia juga memberikan apresiasi dan berterima kaaih kepada seluruh fashion designer Indoneaia agar terus bekarya dan produktif. Sukma sendiri enggan memberikan pernyataan terkait dua pelaporan atas dirinya ke Polda Metro Jaya.


 

Reporter : DPU

Editor: Hendri Firzani 

Hendri Firzani
04-04-2018 15:35