Main Menu

Larangan Lakukan Aksi May Day di Bundara HI, Batasi Ruang Ekspresi

Iwan Sutiawan
01-05-2018 10:23

Ribuan buruh berunjuk rasa di kawasan Istana Merdeka, Jakarta (GATRA/Abdul Rozak)

Jakarta, Gatra.com - Koordinator Umum Front Perjuangan Rakyat (FPR), Rudi HB Daman, menilai larangan melakukan aksi demonstrasi May Day di Bundara Hotel Indonesia (HI) yang dikeluarkan pemerintah melalui Mabes Polri dan Polda Metro Jaya sejak 2016 lalu merupakan bentuk pembatasan ruang berekpresi.

"Bundaran HI, Taman Aspirasi bahkan depan Istana Negara sesungguhnya merupakan ruang yang seharusnya dapat dipergunakan oleh rakyat untuk melakukan aksi-aksi," kata Rudi, Selasa (1/5).

Bahkan, lanjut Rudi, 3 tahun ini, aksi-aksi yang dilakukan dengan sasaran Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedebes AS) kerap mendapat intimidasi, pelarangan, bahkan pengusiran paksa.

Tindakan pelarangan dan pembatasan tersebut tidak lain dari upaya rezim Joko Widodo (Jokowi) untuk membelenggu dan secara nyata merampas kebebasan berdemokrasi bagi rakyat. Rezim Jokowi tidak ubahnya dengan rezim fasis Soeharto yang terus merampas dan memberangus hak demokrasi rakyat pasca gerakan demokratis 1998.

"Dan demi melayani investasi asing dari negeri-negeri imperialis, khususnya Amerika Serikat, rezim Jokowi terus mengintensifkan tindasan fasis, baik secara terbuka maupun terselubung melalui berbagai kebijakan dan peraturan," katanya.

Atas dasar itu, kata Rudi, maka FPR yang merupakan aliansi dari berbagai organisasi massa dalam menyongsong peringatan May Day 2018, menyatakan sikap dan tuntutan. Menuntut kepada Presiden Jowi agar segera menghentikan segala bentuk intimidasi, pelarangan, dan blokade untuk menghalang-halangi massa aksi peringatan May Day yang hendak menyampaikan aspirasinya di depan Istana Negara yang dilakukan oleh Polri.

"Hentikan berbagai bentuk provokasi, intimidasi, penghinaan atau pelecehan dan pelarangan aksi massa yang dilakukan oleh berbagai instansi pemerintah pusat dan daerah dalam rencana aksi memperingati May Day 2018," katanya.

Berikan hak menyampaikan pendapat dimuka umum dalam bentuk demonstrasi bagi seluruh rakyat dalam memperingati momentum Hari Buruh se-Dunia 2018.

FPR juga menyerukan kepada seluruh kelas buruh dan rakyat Indonesia agar terus memperkuat persatuan dan perjuangan melawan seluruh kebijakan dan tindasan fasis rezim Jokowi-JK yang menindas dan membungkam aspirasi rakyat, serta terus membangun kekuatan dengan memperbesar dan memperluas organisasi massa di berbagai sektor, demi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
01-05-2018 10:23