Main Menu

Orasi di May Day, Yusril Bakal Gugat Pepres TKA

Ervan
01-05-2018 13:26

Yusril Ihza Mahendra melakukan orasi pada aksi Hari Buruh di depan Istana Merdeka, Jakarta.(GATRA/Ervan Bayu/re1)

Jakarta, Gatra.com- Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra turut serta dalam aksi Hari Buruh di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (1/5).


Kehadiran dalam aksi ini untuk melakukan perlawanan secara konstitusional terhadap Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) karena dinilai telah merugikan para pekerja lokal.

"Saya senang demo May Day dilakukan secara damai. Tapi saya akan melakukan perlawanan secara konstitusional secara hukum, bila tuntutan para buruh tidak didengar," kata Yusril dalam orasinya dari mobil komando.

Menurut Yusril, seharusnya Perpres TKA tidak diterbitkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena tidak berpihak kepada para pekerja dan kaum buruh dengan cara memudahkan perizinan bagi para TKA.

"Kita setuju adanya investasi asing. Seharusnya cukuplah manajemen atau tenaga ahli saja. Tapi kita tidak setuju adanya pekerja di sini (Indonesia)," ujar Yusril.

Ia menilai, kebijakan dari Presiden Jokowi tidak berpihak kepada kaum buruh dan industri Indonesia tidak membutuhkan pekerja asing karena kualitas pekerja lokal tak kalah kualitasnya.

"Presiden harus berpihak pada rakyat sendiri dan bukan berpihak pada pemilik modal dan tenaga kerja asing," ucapnya.


Reporter: Ervan Bayu
Editor: Arief Prasetyo

 

Ervan
01-05-2018 13:26