Main Menu

KSBSI Akan Terus Demo Sampai PP 78 Dicabut

Abdul Rozak
01-05-2018 14:03

Unjuk rasa hari buruh se-dunia (GATRA/Adi Wijaya/yus4)


Jakarta, Gatra.com - Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) bakal terus melakukan aksi turun ke jalan sampai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 soal Pengupahan dicabut pemerintah. PP tersebut membuat buruh terpuruk dan sulit memperjuangkan upah layak.

 

"Ini (PP 78) yang membuat kami KSBSI Jakarta terus turun ke jalan sampai buruh mendapatkan kesejahteraan seperti upah yang layak, hidup layak dan pekerjaan yang layak sesuai amanat UUD 1945," kata Ketua KSBSI Wilayah DKI Jakarta Dwi Harto, Selasa (1/5).

Selain PP 78, KSBSI menegaskan terus melakukan perlawanan dengan sistem kerja outsourcing. Sistem outsourcing ini masih menjadi momok menakutkan bagi buruh Indonesia.

Dwi Harto menambahkan outsourcing membuat masa depan buruh semakin tidak jelas. Upah buruh juga jauh di bawah kata layak karena outsourcing.

“Outsourcing, buruh kontrak hingga saat ini menjadi hantu yang menakutkan bagi kaum buruh, buruh tidak mempunyai masa depan yang jelas serta upah yang jauh dari layak," tegas Dwi.

Untuk memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2018, KSBSI mengerahkan 2.000 anggota turun ke jalan. Massa KSBSI bergabung dengan organisasi buruh lainnya seperti KRPI, SPPI, KSPI, KASBI dan lainnya mengepung Istana.


Reporter : Abdul Rozak

Editor : Sandika Prihatnala

Abdul Rozak
01-05-2018 14:03