Main Menu

Prabowo Subianto: Buruh Beri Kepercayaan Jadi Capres

Wem Fernandez
01-05-2018 17:08

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di depan ratusan buruh (GATRA/Ardi Widi Yansah/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berpidato di hadapan ratusan ribu buruh yang memadati Istora Senayan Jakarta Kawasan  Gelora Bung Karno (GBK), Selasa, (1/5), petang ini. Istora  merupakan lokasi terakhir tempat bertemunya para buruh yang sejak pagi tadi menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah titik di Jakarta.


Sejumlah bendera organisasi buruh terlihat di lokasi, seperti Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), dan Konfenderasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

"Hari ini adalah hari yang paling bahagia bagi saya, hari ini saya berdiri di hadapan kaum buruh Indonesia. Hari ini sejak beberapa hari lalu sebetulnya saya mendapat kepercayaan dari pemimpin buruh yang mewakili kaum buruh. Bahwa kaum buruh memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjadi capres RI 2019-2024,” tegas Prabowo saat berpidato di Istora.

Prabowo kemudian menyinggung kiprahnya dalam militer sebelum akhirnya terlibat dalam politik praktis di Indonesia. Dalam usianya yang ke-67 tahun telah banyak hal yang dia lakukan di militer, sebegai bentuk pengabdiannya kepada bangsa dan negara.

“Sejak 18 tahun saya berjuang mengabdi sebagai seorang prajurit TNI. Sejak usia muda saya telah menandatangani suatu perjanjian dengan negara bahwa saya siap untuk berkorban jiwa dan raga untuk membela kemerdekaan, kedaulatan dan kejayaan bangsa Indoensia,” kata Prabowo.

Usai berkiprah di militer, rupanya panggilan jiwa untuk mengabdi kepada negara masih bergema. Hal ini dilatarbelakangi oleh kondisi negara yang semakin hari semakin tidak adil.

“Saya melihat elite-elite Indonesia entah bodoh atau entah apa, atau memang mereka hatinya sudah beku atau memang mereka tidak cinta sama bangsa Indonesia. Tetapi bisa juga karena mereka tidak mampu, melihat kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.

Dengan kondisi ini, Prabowo meyakini bahwa dirinya masih dibutuhkan oleh negara dan rakyat Indonesia. Segenap jiwa dan raga siap dia berikan untuk kepentingan bangsa ini.

“Saya pernah dilantik menjadi komandan pasukan yang terkenal, komandan Batalyon 38, saya bangga dan bahagia. Saya pernah dilantik menjadi komandan Kopassus, saya bahagia dan saya bangga. Saya pernah dilantik Panglima Kostrad, saya bangga dan bahagia. Tapi, hari ini saya dipercaya oleh kaum buruh Indonesia, ini kehormatan tertinggi yang pernah saya alami,” ujar dia.


Reporter: Wem Fernandez
Editor: Arief Prasetyo

Wem Fernandez
01-05-2018 17:08