Main Menu

Polisi Selidiki Asal Sajam yang Digunakan Napi Teroris

Iwan Sutiawan
10-05-2018 02:34

Jenazah korban kerusuhan di Rutan Mako Brimob almarhum Briptu Fandy Setyo Nugroho di rumah duka Kompleks Polri, Jatirangga, Bekasi. (ANTARA/Risky Andrianto/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Polisi masih menelusuri asal senjata tajam (sajam) yang digunakan narapidana teroris untuk membunuh 5 anggota Polri di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat (Jabar).

"Itu belum diketahui [asal senjata tajam]," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto di Jakarta Rabu malam (9/5).

Penyidik, lanjut Setyo, akan meminta keterangan dari tim negosiator tentang asal sajam yang digunakan narapidana tersebut. Namun pihaknya menduga, napi telah mempersiapkan sajam sebelum terjadi bentrokan dengan anggota kepolisian.

Hasil otopsi dokter forensik Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, menunjukkan kelima anggota kepolisian yang meninggal dunia menderita luka akibat senjata tajam pada sekujur tubuh.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi M Iqbal menyebutkan beberapa korban terdapat luka tembak namun kebanyakan mengalami luka pada paha, lengan, jari, dan leher akibat senjata tajam.

Sebelumnya, kelima anggota Polri itu gugur dalam tugas negara usai terlibat bentrokan antara petugas dengan narapidana teroris di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada Selasa (8/5) malam.

Kelima anggota yang gugur itu yakni Aipda Denny Setiadi, Iptu Yudi Rospuji Siswanto, Brigadir Polisi Fandy Setyo Nugroho, Brigadir Satu Polisi Syukron Fadhli, dan Brigadir Satu Polisi Wahyu Catur Pamungkas.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
10-05-2018 02:34