Main Menu

145 Narapidana Teroris Akan Ditempatkan di Lapas Khusus

Iwan Sutiawan
10-05-2018 13:07

Lapas Pasir Putih, Nusakambangan.(GATRA/Ridlo Susanto/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Sebanyak 145 narapidana dari Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, akan ditempatkan di lembaga pemasyarakat (Lapas) khusus untuk teroris yakni Lapas Batu dan Lapas Pasir Putih, setibanya di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Mereka diperkirakan tiba sekitar pukul 19.00 WIB.

"Ada lapas khusus untuk mereka, di Lapas Pasir Putih dan Batu. Jadi Lapas baik Batu maupun Pasir Putih disiapkan untuk narapidana dan golongan teroris high risk," kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas), Sri Puguh Budi Utami, saat dihubungi wartawan, Kamis (10/5).

Menurut Sri, tidak ada persiapakan khusus untuk menyambut 145 orang tahanan teroris tersebut karena pihak lapas dan sipir sudah mempunyai Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang bagaimana mengurusi narapidana teroris.

"Sudah ada ada standar operasional prosedur mekanismenya, instrumen untuk di terapkan kepada mereka. Jadi khusus untuk mereka yang digolongkan sebagai high risk, baik itu teroris maupun bandar narkoba maupun pengedar itu ada treatment khusus," katanya.

Bukan hanya itu, lanjut Sri, para sipir juga sudah dipersiapkan secara khusus untuk menanagani para narapidana teroris dan narkoba. "Termasuk pegawainya pun sudah dilatih untuk memberikan pembinaan seperti yang sudah ditetapkan dalam aturan yang diarahkan oleh Bapak Menkum HAM. Jadi sejak awal mereka dipersiapkan untuk itu," ujarnya.

Sedangkan untuk membawa para napi, pihak Ditjen Pas sudah mempersiapkan kapal untuk menyeberang ke Nusakambangan. "Kapal tadi sudah kami kontak dengan jajaran kantor wilayah, Bapak kepala Kantor Jawa tengah sudah siap dengan jajarannnya," ujarnya.

Sedangkan saat ditanya apakah persiapan tersebut termasuk soal makanan yang menjadi pemicu bentrokan berdarah di Mako Brimob, Sri mengatakan, pihaknya sudah memiliki SOP.

"Ya kemarin sempat ada kejadian sperti ini, tapi intinya, teman-teman di sana sudah mempersiapkan diri untuk menerima kiriman mereka, ini karena tugas fungsinya mereka untuk itu.

Adapun narapidana yang tergolong dalam high risk, menurut Sri, di antaranya adalah terpidana kasus terorisme dan bandar narkoba. Mereka akan ditempatkan di Lapas Batu dan Pasir Putih. "Mereka yang high risk ditempatkan di sana," ujarnya.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
10-05-2018 13:07