Main Menu

Aboebakar Minta Polri Klarifikasi Beberapa Isu Soal Insiden Mako Brimob

Iwan Sutiawan
10-05-2018 15:30

Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Al Habsyi.(ANTARA/Andika Wahyu/re1)

Jakarta, Gatra.com - Anggota Komisi III DPR RI, Aboebakar Alhabsyi, mengharapkan agar Polri sebaiknya segera mengklarifikasi berbagai isu yang beredar di publik mengenai betrokan berdarah yang merenggut 5 anggota kepolisian.

"Misalkan saja, jasad para korban yang tidak diizinkan untuk dilihat oleh keluarga. Adanya kabar bahwa para napi menggunakan senjata M16 lisensi dari Filiphina," kata Aboebakar di Jakarta, Kamis (10/5).

Kemudian, lanjut Aboebakar, mengapa napi bisa melakukan live streaming dari dalam Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob. "Dengan klarifikasi yang jelas, diharapkan akan bisa menangkal kabar hoaks yang beredar di masyarakat," katanya.

Menurut Aboebakar, jatuhnya banyak korban baik menginggal dan luka seharusnya dapat dicegah, apalagi instalasi rutan berada di lingkuangan Mako Brimob. Logikanya, ini wilayah dengan tingkat keamanan yang cukup tinggi.

"Tentunya hal itu sangat diingat oleh publik, karena hal itu yang dijadikan alasan untuk tetap menempatkan Ahok di sana. Hal ini tentunya perlu dijelaskan oleh Polri, secara khusus kepada Komisi III sebagai bentuk fungsi pengawasan," ujarnya.

Aboebakar juga meminta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) yang dipimpin Yasonna Hamonangan Laoly agar mengevaluasi keberadaan Rutan Mako Brimob Kelapa Dua tersebut.

"Jika perlu dievaluasi secara menyeluruh mengenai keberadaan rutan tersebut, apakah memang masih layak untuk dipertahankan apa tidak. Jika memang sudah tidak dibutuhkan, bisa saja tidak dibuka kembali. Toh, saat ini semua penghuninya sudah dipindahkan," ujarnya.

Aboebakar menyampaikan ucapan turut berduka cita atas gugurnya lima anggota Poliri saat menjalkan tugas negara yakni menangani kerusuhan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua.

"Sebagai mitra kerja, kami sampaikan apresiasi yang tinggi atas pengabdian mereka kepada negara. Institusi Polri perlu memperhatikan keluarga mereka yang ditinggalkan, harus ada dukungan baik secara moril maupun materiil," katanya.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
10-05-2018 15:30