Main Menu

Jokowi: Ini Tindakan Biadab

Bernadetta Febriana
13-05-2018 17:50

Presiden Joko Widodo kunjungi lokasi bom di Surabaya, Jawa Timur. (Dok. KSP RI/FT02)

Jakarta, gatra.com - Presiden Joko Widodo mengecam keras tindakan terorisme yang menyerang 3 gereja di Surabaya, Minggu (13/05) pagi yang menewaskan sedikitnya 11 orang. Jokowi meminta masyarakat tidak panik namun waspada dan memerintahkan Kapolri untuk usut tuntas.

Dalam pernyataan pers yang disampaikan di RS Bhayangkara, Jokowi didampingi oleh Menkopolhukam Wiranto, Kapolri Tito Karnavian, Kepala BIN Budi Gunawan dan juga nampak Walikota Surabaya Tri Rismaharini. "Aksi teror di 3 lokasi di Surabaya ini sungguh biadab, di luar batas kemanusiaan dan menimbulkan korban jiwa di kalangan masyarakat, anggota kepolisian dan anak-anak yang tak berdosa," kata Jokowi.

Presiden juga menyoroti adanya pelaku yang membawa dua anak berumur kurang lebih 10 tahun untuk diajak melakukan aksi bunuh diri. "Ini adalah kejahatan kemanusiaan dan tidak ada kaitannya dengan agama manapun," katanya. Menurutnya, tidak ada kata yang dapat menggambarkan betapa dalam rasa dukacita semuanya atas jatuhnya korban akibat tindakan bom bunuh diri ini.

Jokowi juga memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku. "Saya perintahkan untuk membongkar jaringan itu sampai ke akarnya. Seluruh aparat tidak akan membiarkan tindakan pengecut ini," katanya. Jokowi  mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi terorisme. memerangi radikalisme yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan dan kebhinnekaan.

Presiden juga meminta seluruh masyarakat sampai pelosok negeri untuk tetap tenang dan waspada. "Kita harus bersatu melawan terorisme,"tegasnya. Jokowi menegaskan bahwa negara akan menanggung seluruh biaya pengobatan bagi korban luka.


Editor : Bernadetta Febriana

Bernadetta Febriana
13-05-2018 17:50