Main Menu

Rilis Daftar Penceramah oleh Kemenag Disebut dapat Memecah para Muballigh

Flora Librayanti BR K
22-05-2018 14:33

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay (antaranew/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Kementerian Agama diminta segera menghentikan kegiatan merilis daftar nama penceramah/muballigh seperti yang dilakukan belakangan ini. Selain menimbulkan kontroversi dan kegaduhan, banyak pihak yang menganggap hal itu tidak perlu. Bahkan, Kementerian Agama dinilai dapat memecah para muballigh, setidaknya antara yang terdaftar dan yang tidak terdaftar.

“Kalau masih diteruskan, ada kesan Kementerian Agama menutup telinga terhadap masukan dan kritikan masyarakat. Tentu ini berdampak negatif bagi pemerintah secara kolektif,” sebut Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay di Jakarta, Selasa (22/5).

Selain itu, Kementerian Agama diminta untuk tidak justru memperpanjang daftar nama yang ada. Pasalnya, ormas-ormas yang diklaim akan memberikan nama kelihatannya banyak yang keberatan dan kemungkinan tidak akan memberikan nama yang diminta. Tentu sangat sulit untuk mendata ribuan bahkan puluhan ribu penceramah di seluruh Indonesia.

“Saya termasuk yang tidak yakin kalau Muhammadiyah, misalnya, mau memberikan daftar nama. Dari pernyataan di media, Muhammadiyah justru menilai kebijakan ini tidak arif dan perlu ditinjau. Begitu juga dengan sejumlah tokoh dan ormas lainnya,” tambah Wakil Sekjend DPP PAN tersebut.

Berkenaan dengan itu, Saleh meminta agar Presiden Jokowi harus tegas memerintahkan Menteri Agama untuk menghentikan perilisan tersebut. Kegiatan Presiden Jokowi yang berkunjung ke banyak pesantren dan pusat-pusat kegiatan Islam dinilai tidak akan menambah citra positif bila para muallim dan muballigh di pesantren dan lembaga-lembaga tersebut tersinggung karena tidak diakui kapasitasnya.

“Jangan sampai karena kegiatan Kementerian Agama yang tidak populis berdampak tidak baik bagi presiden Jokowi,” tutup Saleh.



Editor : Flora L.Y. Barus

 

Flora Librayanti BR K
22-05-2018 14:33