Main Menu

Menkumham; UU Anti Teror Yang Baru Tetap Menjunjung HAM

Wem Fernandez
25-05-2018 13:37

Menkumham Yasonna Laoly. (GATRA/Abdurachman/RT)

Jakarta, Gatra.com - Menteri Hukum dan Ham Yasonna Laoly memastikan bahwa UU Anti Terorisme yang baru saja disahkan dalam rapat paripurna DPR hari ini (25/5) tetap mengedepankan HAM. “Dalam pandangan pemerintah, dan  juga, Pak presiden yang saya wakili, juga menyebut  secara tegas bahwa penegakan hukum terorisme tetap  harus menjunjung tinggi HAM,” tegas Yasonna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat. 

 

Yasonna menambahkan, salah satu terobosan dalam UU baru ini adalah semua korban terorisme di masa lalu akan mendapat perlindungan negara, baik dalam ketentuan pemberian santunan, pengobatan, rehabilitasi hingga kompensasi. Baik itu warga negara Indonesia atau orang asing. Sayang ditanya lebih lanjut soal mekanismenya, politisi PDI Perjuangan ini enggan menjelaskannya. 

 
“Itu keputusan politik kita, karena masih banyak, yang barangkali belum terselesaikan. Masih ada trauma, itu kita harap bisa diselesaikan,” terang Yasonna. Oleh sebab itu, aturan perlindungan bagi korban bom ini sendiri akan berlaku surut, khususnya bagi korban-korban bom akibat aksi terorisme sebelumnya. 

 

 



Reporter : Wem Fernandez

Editor: Hendri Firzani 

Wem Fernandez
25-05-2018 13:37